By 22 December 2018

Akhir Tahun 2018, Ayam yang Mati dari Program Bantuan ‘Bekerja’ akan Diganti

Evaluasi program ‘Bekerja’ di aula Kecamatan Brebes

BREBESNEWE.co – Janji akan digantinya ribuan ayam mati dari program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) Kementerian Pertanian (Kementan) RI dibeberapa desa hingga saat ini tak kunjung direalisasikan.

Di Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes sendiri ayam bantuan yang mati banyak terdapat di Desa Kalinusu, Adisana,  Kalierang, dan Kalisumur.

“Masyarakat penerima program kerap mempertanyakan hal itu kepada kami dan kami tak bisa jawab apa-apa, hanya bilang sabar dan sabar,” ungkap kades Adisana Komarudin saat kegiatan Evaluasi program Bekerja, Jumat sore (21/12/2018) di aula kecamatan Bumiayu.

Komar juga menyatakan bahwa, banyak penerima dan tetangganya yang saat ini mengalami penyakit gatal gatal akibat adanya ayam ayam tersebut.

Kemudian kades Langkap Mustolih mempertanyakan, apakah diperbolehkan ayam dari program itu dijual atau dikonsumsi sendiri.

“Alasan dijual dan dikonsumsi lantaran ayam ayam itu rakus sekali dan pakan yang diberikan sudah habis, Sehingga RTM kebingungan tentang hal itu,” katanya.

Menanggapi pertanyaan itu, Kabid sarana prasarana dan usaha peternakan DPKH Kabupaten Brebes, Ir Gunanto mengatakan, memang saat ini BBPTU Baturraden tengah kosentrasi pada droping 100% ayamnya terlebih dahulu.

Tetapi untuk penggantian ayam yang mati dipastikan akhir tahun ini akan dilakukan namun tidak 100% diganti, ada kriterianya.

“Kemudian soal Ayam yang diterima RTM bisa dijual untuk dibelikan ayam yang masih kecil beserta pakannya,” sambung Ir Gunanto yang juga koordinator Bekerja wilayah Bumiayu.

Penanggung Jawab Program Bekerja Kementan wilayah Bumiayu, Fertiana Mia Sari SH menyatakan, Secara kontrak memang tidak ada penggantian jika terjadi kematian ayam setelah diserahkan ke RTM.

Dari hasil investigasi oleh tim khusus kementan, kematian ribuan ayam ini karena faktor Miss management atau ketidak tahuan RTM dalam pemeliharaan ayamnya.

“Seperti pemberian pakan yang berlebihan, kesehatan lingkungan sekitar kandang dan faktor cuaca atau alam,” papar Mia.

Mia juga menambahkan, penggantian ayam yang mati tidak 100 persen. Penggantian tersebut juga merupakan inisiatif dari penyedia jasa.

“Sebenarnya penggantian ayam yang mati tidak ada dalam klausul kontrak kerjasama.” pungkas Mia.
(DHANI)

Posted in: Sosial