By 11 January 2019

Ratusan Warga Bangsri Bulakamba Unjukrasa, Tuntut Transparasi Dana Desa

Warga Bangsri Bulakamba yang memenuhi balaidesa setempat guna menyampaikan aspirasinya tentang penggunaan Dana Desa

BREBESNEWS.co – Ratusan warga Desa Bangsri Kecamatan Bulakamba, Jumat pagi (11/1/2019) menggeruduk kantor desa setempat.

Mereka berunjukrasa menuntut transparansi realisasi Dana Desa (DD) lantaran penggunaanya dianggap tak transparan oleh pihak pemerintah desa.

Audiensi yang digelar di aula kantor desa bahkan nyaris ricuh lantaran pemerintah desa berbelit-belit menjelasan terkait penggunaan keuangan desa kepada warga.

Bahkan, dalam audiensi itu warga beberapa kali sempat mengangkat kursi. Namun, emosi warga berkali-kali diredam oleh jajaran Muspika Bulakamba.

Warga menilai, selama ini kepala desanya tidak transparan dalam pengelolaan keuangan desa.

“Sebenarnya sederhana, kami menuntut perangkat desa berlaku benar. Dana Desa harus digelontorkan ke warga dan dikelola dengan baik untuk pembangunan desa. Kami tidak ada niatan mengganggu apalagi merongrong pemerintahan desa. Kami cuma minta pemerintah desa transparan,” ucap perwakilan Forum Warga Desa Bangsri, Abdul Ghoni kepada sejumlah wartawan usai audiensi.

Selama ini, lanjut Ghoni, penggunaan Dana Desa untuk pembangunan kurang transparan. Bahkan, terkesan sedikit amburadul.

Menurutnya, pemerintah desa seharusnya menyampaikan informasi terkait pembangunan secara transparan. Pencairan penggelontoran dana juga masyarakat tidak mengetahuinya.

“Pemberdayaan masyarakat desa juga tidak ada. Harusnya pembangunan dilakukan secara swakelola lingkungan yang melibatkan warga setempat. Jangan digarap pihak ketiga atau di proyekan. Karena selama ini yang kami dengar seperti itu. Terkait BUMDes juga nggak jelas,” ungkapnya.

Dia dan warga pun mempertanyakan pembangunan desa tahun 2018 saat ini baru dikerjakan, padahal sudah pergantian tahun.

Di sisi lain, kata dia, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) meyebutkan, pembangunan tahun 2018 baru dilakukan pada bulan Desember 2018 dan ada sekitar lima titik yang hingga kini belum dilakukan pengerjaannya.

“Juga termasuk proyek desa yang seharusnya swakelola tapi malah dipihak ketigakan,” jelasnya.

Bantahan Kades Bangsri

Sementara itu, Kepala Desa Bangsri, Devi Ferdian Susanto, membanatah apa yang disampaikan warganya termasuk pengelolaan dana desa proyek pembangunan dilakukan secara swakelola.

Dari pengakuannya, pemerintah desa selama ini sudah transparan dalam pengelolaan keuangan desa.

“Kami transparan kepada warga. Jadi kalau mereka menyebutkan kami tidak transparan, itu tidak benar,” ucap Devi Ferdian Susanto.

Devi menjelaskan di tahun 2018, di Desa Bangsri Dana Desa sebesar 1,6 milyard rupiah. (AFiF.A)

Posted in: Serba Serbi