By 3 January 2019

Diduga Cabuli Santrinya, Pengasuh Ponpes di Polisikan

Tersangka saat di sidik petugas Reskrim Polres Brebes

BREBESNEWS.co- Oknum pengasuh pondok pesantren di wilayah Brebes selatan berinisial AN (46) ditetapkan sebagai tersangka polisi Brebes.

Saat ini, dia sudah ditahan dan meringkuk di ruang tahanan Mapolres Brebes.

Korbannya yakni berinisial SA (18) merupakan santri pondok pesantren yang diasuh tersangka.

Aksi cabul tersangka itu diketahui sudah dilakukan sejak 2017 lalu saat korban masih berusia 17 tahun.

Kuasa hukum korban Yoyo Dwijatmoko kepada, Rabu (2/1/2019) kepada beberapa awak media, pemeriksaan polisi di polsek sudah dilakukan sebanyak empat kali dan di polres satu kali.

“Hari ini agendanya merupakan pemeriksaan korban lanjutan,” katanya.

Saat ini, kata dia, korban sudah keluar dari pondok pesantren dimana dia menuntut ilmu agama.

“Hal itu lantaran, tersangka merupakan orang dekat atau guru dari korban,” bebernya.

I
Sementara, Kapolres Brebes, AKBP Aris Supriyono, membenarkan telah menahan tersangka. Kasus itu terbongkar berawal dari laporan pihak keluarga korban.

Pada Selasa (20/11/2018) lalu, orang tua korban mendatangi kepolisian untuk melaporkan perbuatan pelaku.

“Berdasarkan bukti yang cukup, yang bersangkutan sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Sudah kami tahan sejak Jumat 28 Desember 2018 lalu,” ujarnya lagi.

Dari keterangan korban kepada petugas, perbuatan tersangka sudah dilakukan sejak 2017 dan sudah dilakukan beberapa kali.

Modus yang dilakukan, kata dia, tersangka meminta tolong korban untuk dipijat. Saat dipijat itu, pelaku melancarkan aksi cabulnya.

Bahkan, pelaku pernah mencoba memaksa korban untuk berhubungan intim layaknya suami istri.

Perbuatan pelaku itu dilakukan hampir setiap pekan sekali.

“Permasalahan ini baru terungkap setelah korban merasa depresi dan disarankan temannya untuk melakukan konsultasi kepada seorang ustad. Kemudian, diceritakan kepada orang tua korban dan dilaporkan ke kami,” terangnya.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya. Korban juga telah melakukan visum untuk memperkuat bukti tindakan pencabulan.

Selain menahan pelaku, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti. Di antaranya, beberapa pakaian yang dikenakan korban dan pelaku saat kejadian.

Atas perbuatannya ini, pelaku dijerat Undang Undang Perlindungan Perempuan dan Anak. Hal ini karena saat kejadian, korban masih di bawah umur.

“Ancamannya 15 tahun penjara,” pungkasnya.(AFiF.A).

Posted in: Kriminal