By 4 February 2019

2,378 Milyar Hasil Korupsi di Brebes akan Dikembalikan Kejari

Uang 2,378 milyar rupiah hasil sitaan oleh Kejaksaan Republik Indonesia (Kejari) Brebes

BREBESNEWS.co – Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes menyetorkan uang sebanyak kurang lebih Rp 2,378 miliar ke kas negara, hasil korupsi di Kabupaten Brebes, Senin (4/2/2019).

Uang tersebut diperoleh dari sitaan dan pengembalian kerugian negara dari kasus korupsi yang ditangani selama 2018 lalu.

Kepala Kejari Brebes, Transiswara Adhi dalam konfrensi persnya menyebutkan, ada empat perkara yang ditangani pada tahun lalu.

Keempat perkara yang ditangai itu sudah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht).

“Dari 4 kasus itu, kami berhasil menyita uang sebanyak Rp 2.378.782.300.”

“Uang tersebut kami eksekusi dengan cara menyetorkan ke kas negara,” kata Transiswara Adhi, di kantornya.

Ia mengungkapkan, keempat perkara korupsi itu adalah korupsi pengadaan bahan atau sarana produksi kegiatan pengembangan kawasan bawang merah pada Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura tahun anggaran 2016 dengan terdakwa Dwi Nurhadi Setiawan.

Kasus tersebut merugikan negara Rp 93,472 juta.

Dalam kasus itu Kejari Brebes menyita uang sebesar Rp 143,477 juta, termasuk juga denda Rp 50 juta.

Selain Nurhadi, Kejari Brebes juga menetapkan Kartoib sebagai terdakwa dan menyita uang Rp 182,005 juta.

Uang itu terdiri dari kerugian negara Rp 132 juta dan denda Rp 50 juta.

“Dalam kasus pengadaan itu, kami split menjadi dua kasus karena satunya dari hasil pengembangan,” paparnya.

Berikutnya adalah kasus korupsi penyalahgunaan penyaluran dana bantuan operasional sekolah (BOS) SMK Kerabat Kita Bumiayu tahun ajaran 2015, 2016 dan 2017.

Dalam kasus ini Kejaksaan Negeri juga melakukan penanganan secara terpisah (split) terhadap dua terdakwa masing masing Suhirman dan Sugiarto.

Kerugian negara yang ditimbulkan sebanyak Rp 2,053 miliar.

Kedua terdakwa juga diwajibkan membayar denda masing-masing Rp 100 juta.

Hanya saja keduanya minta kelonggaran waktu untuk membayarnya.

“Kami sudah menyita uang kerugian negara saat proses penyidikan berlangsung.”

“Jumlah yang kami sita dari empat terpidana sebanyak Rp 2,378 miliar,” pungkasnya. (AFiF.A)

Posted in: Hukum