By 9 March 2019

Manfaatkan Peluang, Anggota Koramil Wanasari ini Nyambi Usaha Telor Asin

Serma Saryo dan Istrinya Sri Hartati dengan produk telor asinnya yang siap di pasarkan

BREBESNEWS.co – Brebes tak lepas dari icon daerahnya sebagai penghasil bawang mwrah dan penghasil telor asin.

Tak heran banyak pengrajin telur bertebaran dimana-mana dan penjualnya berderet khususnya di sepanjang jalan raya Pantura serta Jalur Tengah Brebes – Purwokerto.

Peluang inilah yang kemudian ditekuni keluarga Serma Saryo (48) dan istrinya, Sri Hartati Saryo (37), anggota Persit Kartika Chandra Kirana Ranting IV Koramil 03 Wanasari Kodim 0713 Brebes, sejak tahun 2009 lalu.

Ditemui dikediamanya, di Desa Karanglo Kecamatan Jatibarang Brebes, Sabtu (9/3/2019) Serma Saryo yang didampingi isyrknya Sri menuturkan awal memulai usaha telor asinnya.

Dia mengaku pertama kali merupakan usaha kecil-kecilan dengan mengepul pembelian telur bebek dari saudaranya.

“Dulu setiap hari saya menjual telur mentah kepada para penjual martabak, dan jika stok banyak saya setorkan ke pengrajin telur asin,” ungkap Saryo.

Usaha kecil-kecilan tersebut, bukan saja tanpa kendala.

Setelah berjalan beberapa bulan, tempat usaha pembuatan telur asin menolak dagangannya karena stok mereka juga melimpah, padahal dirinya terlanjur membeli kurang lebih 700 butir telur bebek dari peternakan.

“Takut rugi besar, disinilah awal tercetus ide untuk membuat telur asin sendiri, pasalnya telur mentah tidak bagus jika disimpan dalam waktu lama,” aku Saryo.

Ditengah kegalauan ini, dirinya mencoba membuat telor asin agar telor bebek yang tersedia tidak jadi mubadzir, dan tentunya membuat rugi.

“Upaya membuat telur asin pertama kali saya gagal karena berwarna kehitam-hitaman pada bagian kuning telur sehingga tidak laku di pasaran. Namun saya tidak menyerah dan tak malu ber-tanya dan belajar sampai akhirnya telur asin saya laku di pasaran dengan nama paten Telur Asin Tati,” bebernya.

Berkat kegihan serta kesabarannya menekuni pembuatan telor asin ini, kini tak hanya pasar tradisional, supermarket dan luar daerah juga menjadi konsumennya.

Kesehariannya menghasilkan 3.500 lebih butir telur, namun bila menjelang lebaran permintaan bertambah, dan home industrinya mampu menerima pesanan 25 ribu butir/harinya.

Berkat kerja keras dan keuletannya, masalah finansial yang dulu menghimpitnya mulai teratasi.

Sri sang istri kini juga merasa lega dengan kesejahteraan darj hasil usaha telornya.

“Gaji suami kini diterima utuh, untuk biaya sekolah kedua anaknya (SMP dan SMA) dan keperluan sehari-hari tidak menggunakan gaji suami. Gaji tersebut disimpan dalam bentuk deposito guna pendidikan anak di perguruan tinggi kelak,” ungkap Sri.

Ditengah kesibukannya sebagai wirausaha, Sru Hartati tak melupakan kewajibannya sebagai anggota Persit, selalu mengikuti kegiatan organisasi maupun pertemuan cabang di Makodim.

Inilah salah satu profil anggota Persit Kodim 0713 Brebes yang sukses sebagai wirausaha makanan khas lokal yang cocok dipadukan dengan berbagai olahan makanan dan tak asin seperti namanya saat dimakan langsung.

Oleh karenanya telur asin menjadi oleh-oleh wajibnya Kabupaten Brebes. (AFiF.A)

Posted in: Ekonomi & Bisnis