By 5 April 2019

Dirjen PSP Kementan : Tanah di Brebes Sudah Rusak Akibat Pestisida Palsu

Komprensi pers Dirjend Pertanian Kementrian Pertanian RI menyoal pestisida palsu di Dinas Pertanian Brebes

BREBESNEWS.co – Peredaran obat pestisida palsu yang ditemukan di wilayah Kabupaten Brebes, beberapa waktu lalu, menjadikan Dirjen PSP Kementrian Pertanian, Sarwo Edhy memberi perhatian khusus, dengan menggelar Press Conference Pengawasan Pestisida, di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Jumat (5/4/2019).

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Kabupaten Brebes Narjo, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes Yulia Hendrawati, Kanit Tipidter Sat Reskrim Polres Brebes, Iptu Tumiya, Direktur Eksekutif CorpLife Agung Kurniawan, Direktur Pupuk dan Pestisida Kementan Muchlizar Sarwani.

Sarwo Edhy dalam press conference-nya, mengatakan jumlah pestisida yang terdaftar di Kementrian Pertanian sebanyak 4.437 formulasi.

Rinciannya adalah jenis insektisida sebanyak 1.530 formulasi dan herbisida sebanyak 1.162 formulasi dan sisanya sebanyak 1.745 formulasi terdiri dari fungisida, rodentisida, pestisida rumah tangga dan lain lain.

“Kita tahu Brebes ini merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Tengah yang merupakan sentra hortikultura terutama bawang merah disamping juga sentra tanaman pangan padi,” bebernya.

“Jadi Brebes merupakan lumbung pangan bawang untuk Indonesia dan juga merupakan salah satu lumbung pangan padi untuk Jawa Tengah,” tandas Edhy.

Lebih lanjut Edhy menambahakn disini sektor pertanian bergerak sangat cepat untuk mendukung perekonomian Jawa Tengah dan juga mendukung perekonomian Indonesia.

“Struktur tanah di Brebes ini sudah rusak karena salah satu faktornya adalah penggunaan pupuk pestisida palsu, sehingga bukan membasmi hama penyakit tetapi malah merugikan petani. Karena dengan menggunakan pestisida palsu itu hasilnya akan turun bukannya naik,” ucapnya lagi.

Pada tahun 2018 Kementrian Pertanian telah melakukan penarikan populasi pestisida sebanyak 1147 formulasi, yang terdiri dari sebanyak 956 formulasi ditarik paksa dan sebanyak 191 formulasi atas permintaan sendiri.

Penarikan atas permintaan sendiri ini karena sudah banyak dipalsukan selain itu juga sudah tidak efektif lagi untuk membunuh hama dan penyakit.

 

 

“Itu ada lebih kurang 191 formulasi yang mereka cabut sendiri”. ucapnya.

 

Penarikan pestisida palsu tersebut , tentunya juga mengacu pada peraturan menteri pertanian no, 107 tahun 2014 tentang pengawasan pestisida dan peraturan menteri pertanian no.39 tahun 2015 tentang pendaftaran pestisida.

“Jadi ada timnya, tim pengawas pestisida pusat, KP3 (Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida) Pusat. Ada Tim KP3 tingkat provinsi dan ada juga tim pengawas di tingkat kabupaten. Jadi kita ada lembaga yang mengawasi pupuk dan pestisida dari pusat sampai tingkat kabupaten,” kata Sarwo.

Kanit Tipidter Sat Reskrim Polres Brebes IPTU Tumiya mengatakan Polres Brebes mempunyai komitmen dalam penindakan pestisida palsu.

Kami dari Polres Brebes telah mengamankan dua pelaku yang diduga mengedarkan pestisida palsu.

Ada beberapa merek yang telah dipalsukan, kami sudah mengamankan kurang lebih 1500 pestisida yang diduga palsu.

“Itu terdiri pestisida yang berbentuk cair kemudian pestisida yang berbentuk serbuk,” ujar Tumiya.

Menurutnya hasil lab memang tidak sesuai komposisi. Isi yang tertera dengan labelnya berbeda.

“Polres Brebes akan menindaklanjuti dan akan memproses hukum yang berlaku kepada pemproduksi maupun pengedarnya,” tandas Tumiya. (AFiF.A)

 

 

Posted in: Ekonomi & Bisnis