By 2 May 2019

59 Santri Muhamadiyah Board School Bumiayu Ikuti Prosesi Ma’had

Prosesi ma’had (wisuda) santri Muhammadiyah Board School di Bumiayu

BREBESNEWS.co – Sedikitnya 59 Santri mengikuti prosesi Ma’had (wisuda) Muhammadiyah Boarding School (MBS) Bumiayu, Rabu siang (01/5/2019) di halaman MBS Bumiayu.

Ada yang unik dan membuat terharu para wali santri di MBS Bumiayu ini, setiap santri yang lulus hampir rata rata menyelesaikan hafalan Quran antara 6 juz hingga belasan juz bahkan lebih.

Prosesi Ma’had MBS Bumiayu yang kedua dan penyerahan piagam penghargaan hafalan Quran ini, dilakukan langsung oleh Kepala MBS Muchtadi SPd beserta para ustadz-ustadzah disaksikan pimpinan serta pengurus Pondok pesantren MBS dan Ketua Persatuan Pesantren Muhammadiyah se Indonesia, H.Yunus Muhammad.

Pimpinan Pesantren MBS Bumiayu H.Abdul Karim Naghib mengatakan, sistem pembelajaran di MBS Bumiayu ini selain memberikan ilmu duniawi juga memberikan ilmu agama dan di MBS memiliki target untuk setiap lulusan minimal hafal 6 juz secara berurutan.

“Alhamdulillah target itu terpenuhi bahkan ada santri kami yang hafal hingga 16 Juz dalam 3 tahun ini,” kata Abdul Karim.

Menurutnya, secara teknis program hafalan Al Qur’an ini dilakukan di rumah Qur’an yang dimiliki MBS Bumiayu. Setiap 1bulan sekali diambil 20 santri secara bergantian antara santri putra dan santri putri, mereka diajarkan metode maupun teknik belajar dan menghafal Al Qur’an secara cepat.

Kemudian pada bulan berikutnya mereka akan fokus pelajaran yang tertinggal.

“Namun ada hal yang sangat ruarbiasa ada perubahan dalam diri santri yang telah hafal Quran, mereka lebih cepat dalam menyerap pelajaran sekolah yang tertinggal. Mungkin ini kuasa Alloh bagi mereka penghafal AlQuran,” unhkapnya.

Dalam kesempat itu Ketua Persatuan Pesantren Muhammadiyah se Indonesia, H.Yunus Muhammad menyampaikan kegembiraannya melihat perkembangan pesantren Muhammadiyah yang begitu pesat.

Keberadaan pondok pesantren Muhammadiyah hingga saat ini telah tercatat ada sekitar 255 pesantren yang berdiri dibawah naungan yayasan Muhammadiyah. Padahal pada tahun 2010 lalu baru hanya ada 67 pesantren saja.

“Ini menunjukan bahwa pertumbuhan pesantren Muhammadiyah bisa dibilang sangat pesat sekali,” terang Ust. Yunus yang juga ITMAM itu.

Dia juga merasa kagum dengan perkembangan dari ponpes MBS Bumiayu ini, dimana dalam waktu singkat tengah membangun gedung untuk SMA MBS Bumiayu dengan 3 lantai sekaligus.

“Yang lebih membuat saya kagum lagi, semuanya ini berasal dari wakaf tunggal dari beliau Syeh Faruk Muhammad seorang pengusaha sukses dari Timur Tengah,” paparnya.
(DHANI)

Posted in: Pendidikan