By 14 May 2019

Ratusan Guru K2 dan PTT Kesehatan ke DPRD Brebes Tuntut Kejelasan Tenaga Honorer

Perwakilan Guru K2 dan PTT Kesehatan saat berdialig dengan anggota Dewan Brebes

BREBESNEWS.co– Ratusan tenaga honorer Kategori dua (K2) yang tergabung dalam Forum Honorer Kategori 2 Indonesia (FHK2I) Kabupaten Brebes, Senin (13/5/2019) siang  geruduk gedung DPRD Brebes menuntut kejelasan rekrutmen Pegawai Pemerintahan dengan Tenaga Kerja (P3K).
Sebab, banyak tenaga honorer K2 yang lolos passing grade (PG) tetapi mereka tidak masuk kuota.
Kordinator Lapangan (Korlap) Aksi,  Tokidio yang ditemui Komisi 4 DPRD Brebes mengatakan,  aksinya ini didukung ratusan tenaga honorer di bidang kesehatan, pendidikan dan teknis.
Pihaknya  mengajukan tiga tuntutan. Yakni, selesaikan permasalahan honorer tenaga pendidik dan kesehatan yang lolos PG tetapi tidak masuk kuota.
Kedua, selesaikan permasalahan honorer tenaga pendidik dan kesehatan yang belum lolos PG dan selesaikan permasalahan honorer tenaga pendidik dan kesehatan yang belum mengikuti tes termasuk tenaga teknis.
“Kami ke DPRD  untuk mengadu dan mempertanyakan nasib tenaga honorer yang lolos PG tapi tidak masuk kuota,” jelasnya.
Menurut dia, jumlah honorer dari tenaga pendidik yang ikut seleksi P3K  sebanyak 771 orang dan satu di antaranya tidak hadir dalam  tes.
Dari sebanyak 770 peserta tersebut, sebanyak 516 di antaranya memenuhi ambang batas atau lolos PG. Namun dari jumlah itu yang dinyatakan lolos PG hanya diambil 123 peserta.
“Ada sebanyak 393 orang yang dinyatakan lulus PG ini tidak masuk kuota dan mau dikemanakan. Padahal sesuai ambang batas sudah memenuhi,” ungkapnya.
Sedangkan untuk tenaga kesehatan, lanjut dia, ada sebanyak 74 peserta yang mendaftar dalam seleksi P3K. Dari jumlah tersebut hanya ada 70 orang yang dinyatakan lulus PG dan hanya sebanyak 18 orang yang dibutuhkan sesuai kuota.
Sementara berbeda dengan kedua tenaga honorer sebelumnya, untuk tenaga pertanian, yaang mendaftar sebanyak 60 orang dan seluruhnya dinyatakan lulus PG serta sesuai kuota yang dibutuhkan sebanyak 60 orang.
“Karena itu, pihaknya berharap kepada pemerintah untuk bisa menyelesaikan permasalahan yang ada. Pihaknya meminta kepada pemerintah untuk bisa memasukan tenaga honorer yang lulus PG ke dalam kuota penerimaan,” ujar Tokidio.
”Kami juga berharap pemerintah bisa memerhatikan nasib tenaga honorer yang belum lulus seleksi P3K,” pungkasnya.
Sementara itu Ketua Komisi 4 DPRD Brebes Imam Royani berjanji akan menyampaikan keluhan para pegawai K2 ke dinas terkait.
“Keluhan akan saya sampaikan, untuk bisa ditindaklanjuti. Pihaknya juga akan berjuang menambah alokasi honor yang dirasa masih kecil para guru dan PTT kesehatan di Brebes,” ucapnya. (AFiF.A)
Posted in: Serba Serbi