By 15 May 2019

Shinta Gus Dur di Bumiayu ; Satu lagi Agama yang Diakui di Indonesia

Sinta Nuriyah Wahid saat acara buka puasa bersama di 2 Brebes eks Kawedanan Bumiayu, Selasa (13/5/2019).

BREBESNEWS.co – Masyarakat Brebes selatan dibuat mlongo saat mendengar tausiyah Hj Sinta Nuriyah Wahid yang mengatakan bahwa ada 7 agama yang saat ini diakui oleh negara Republik Indonesia.

Ketujuh agama tersebut adalah Islam, Kristen katolik, Kristen Protestan, Hindu, Budha, Konghucu dan yang baru yakni agama Baha’i.

Demikian disampaikan Sinta Nuriyah Wahid saat acara Buka bersama di 2 Brebes eks Kawedanan Bumiayu, Selasa (13/5/2019).

Menurut istri Gusdur Presiden ke 4 Indonesia ini, bahwa sebenarnya banyak agama lagi yang masih belum diakui oleh negara namun baru baru ini ada agama baru yang diakui oleh negara, agama tersebut adalah agama Baha’i.

“Karena tidak memiliki ciri khusus jadi para penganutnya telah membaur dengan kita dan ini wujud kebhinekaan,” katanya.

Lebih lanjut Shinta juga menyatakan bahwa kegiatan ini juga wujud kebhinekaan, karena terlihat dari banyaknya peserta yang hadir dari berbagai kalangan baik agama maupun profesi.

Mulai dari tokoh-tokoh ummat agama baik muslim maupun non muslim serta para tukang becak, buruh bangunan dan warga masyarakat lainnya. Dia juga sempat mengabsen beberapa hadirin yang non muslim seperti yang beragama Kristiani dan Katolik serta agama lainnya.

” Nah inilah wujud kebhinekaan dan saya harap hal ini bisa terus terjalin kerukunan antar umat beragama di wilayah Brebes selatan ini,” ungkapnya.

Sementara saat sesi tanya jawab dibuka, ada salah satu peserta yang menanyakan Hobby dari sang suami Gusdur.

Langsung saja Sinta menjawab pertanyaan yang diajukan itu dengan santai. “Hobby Gus Dur itu adalah tidur,” jawabnya singkat.

Diapun menjelaskan, Gus Dur memang sering tertidur di rapat-rapat, di forum-forum, namun hebatnya, ketika waktunya ia bicara, Gus Dur bisa menyampaikan dengan lancar dan mengetahui apa yang tengah dibicarakan.

Jefry Arsya Robbi salah seorang Panitia mengatakan, kegiatan buka puasa dan sahur bersama Shinta Nuriyah Wahid ini merupakan kegiatan yang kedua kalinya digelar oleh Barikade Gusdur, yang merupakan komunitas masyarakat yang ingin meneruskan perjuangan dan pemikiran Gusdur yang menghormati Kebhinekaan.

“Sebenarnya kebiasaan ini sudah lama dilakukan bu shinta selama Gusdur masih menjabat sebagai Presiden, namun di Bumiayu ini baru yang kedua kali,” terang Jeffry.

Hadir dalam acara tersebut beberapa tamu undangan seperti Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH, perwakilan dari Kejaksaan Negeri Brebes, SKPD se Kabupaten Brebes, masyarakat lintas agama dan etnis, serta tamu undangan lainya. (DHANI)

Posted in: Serba Serbi