By 26 June 2019

Pengacara UMUS ; Qomar Dilaporkan Karena Menodai Pendidikan

Nurul Qomar saat datang ke Kantor Kejaksaan Brebes

BREBESNEWS.co – Berkas P21 soal dugaan pemalsuan ijazah mantan rektor Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes yang juga komedian Nurul Qomar diserahkan ke pihak Kejaksaan Republik Indonesia (Kejari) Brebes, Rabu (26/6/2019).

Berbarengan dengan diserahkannta berkas, berikut tersangka yakni Nurul Qomar, atau yang biasa dipanggil Qomar, pengacara pihak Pengacara UMUS Brebes, Tobidin Sarum SH MH, saat dikonfirmasi di Kantor Kejari Brebes, membeberkan dua hal yang membuat kliennya melaporkan Nurul Qomar ke polisi pada Desember 2017.

Dua hal tersebut terkait dengan dugaan ijazah palsu komedian atau pelawak empat sekawannya.

Ijazah tersebut digunakannya untuk maju menjadi rektor Umus periode 2017-2021.

Menurut Tobidin, ijazah Qomar diketahui palsu pada saat tahun 2017.

Saat itu, Qomar sebagai rektor hendak mewisuda sarjana UMUS. Namun setelah pihak koordinator perguruan tinggi swasta (kopertis) menanyakan ijazah S-2 dan S-3 nya, Qomar tidak bisa membuktikan ijazahnya.

Qomar hanya bisa menunjukkan surat keterangan lulus (SKL) dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

“Namun, saat dicek, ternyata Qomar belum lulus dari UNJ,” ujar Tobidin.

Hasil pengecekan inilah yang membuat pihak UMUS merasa dirugikan.

Pertama, jika dipaksakan wisuda dilakukan oleh rektor dengan SKL palsu, dikhawatirkan ijazah yang dikeluarkan juga cacat hukum.

“Kami bisa diprotes oleh mahasiswa,” imbuh Tobidin.

Kedua, secara materiil kampus juga rugi karena telah mengeluarkan biaya untuk menggaji rektor yang ternyata ber-SKL palsu.

“Intinya Qomar dilaporkan katenasudah menodai dunia pendidikan,” tandas Tobidin.

 

Pengacara UMUS Tobidin Sarjum saat di wawancara awak media

Qomar hanya 8-9 bulan menjadi rektor UMUS sejak dilantik pada Februari 2017.

Dari keterangan yang didapat dari internal kampus, Qomar pada November 2017 mengundurkan diri sebagai rektor UMUS lantaran ada masalah di internal kampus yang tidak bisa dia sebutkan.

Tobidin menduga, pengunduran diri Qomar dari jabatan rektor UMUS karena kasus yang membelitnya tersebut.

Dia menambahkan, proses menjadi berlarut-larut hingga 2019 karena Qomar kurang kooperatif dan tidak memenuhi panggilan polisi.

Lantaran Qomar sering mangkir dari pemanggilan polisi, petugas kemudian melakukan jemput paksa.

Qomar kemudian ditahan di Mapolres Brebes Senin (24/6/2019) sekitar pukul 21.00 WIB.

Sementara itu Qomar yang datang ke Kejaksaan Brebes dengan mobil pribadinya, kepada para awak media untuk bisa mendoakan dirinya menghadapi masalah yang menimpanya.

“Mudah-mudahan saya diberi kesabaran untuk mengahdapi permasaahan ini,” ucap Qomar.

Qomar sendiri, berdasarkan keterangan kejaksaan tidak ditahan karena ada keterangan dokter yang menyebut tersangka Qomar mengalami penyakit Asma Bronkhitis kronis, hingga tidak ditahan.

“Meski ancaman hukuman tersangka Qomar 6 tahun, namun Qomar tidak ditahan karena, riwayat penyakitnya yang terkena Asma Bronkhitis,” ujar Jaksa Pidana Umum Kejari Brebes Bakhtiar SH.

“Namun demikian kasus Qomar akan sesegera mungkin untuk bisa disidanngkan,” tandas Bakhtiar memungkasi. (AFiF.A)

Posted in: Kriminal