By 29 July 2019

Sidang Lanjutan Pelawak Nurul Qomar ; Saksi Dodi Bantah Buat SKL Palsu

Dodi Zein saat bersaksi di sidang Nurul Qomar di PN Brebes

BREBESNEWS.co – Sidang ke 5 dugaan pemalsuan surat keterangan lulus (SKL) doktoral, yang melibatkan pelawak senior Nurul Qomar, kemmbali di gelar di PN Brebes, Senin (29/7/2019).

Sidang yang dipimpin Hakim Sri Sulastri dengan anggota Dian Meksowati dan Dewi Pratiwi ini masih dalam pemberian keterangan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Kedua saksi yakni Udin Syamsudin yang pernah bekerja sebagai dosen di UMUS dan Dodi Imanudin Zein mantan asisten terdakwa Nurul Qomar yang juga pernah kerja di UMUS sebagai Panitia Penerima Mahasiswa Baru (PMB).

Sebelumnya, dari keterangan BAP dari kepolisian Dodi adalah pembuat curiculum vitae (cv) Qomar saat mau melengkapi persayaratan rektor UMUS Brebes yang akan ditawarkan Qomar.

Dalam pembuatan cv tersebut di BAP kepolisian juga menyatakan kalau Dodi adalah pembuat SKL palsu, hingga Qomar bisa memperoleh gelar doktoralnya meski belum di wisuda.

Namun dalam persidangan saksi Dodi membatah membuat SKL tersebut. Menurut Dodi SKL palsu yang ditunjukan pihak kepolisian baeu dilihat saat penyidikan. Itupun dia menolak keras untuk dicantumkan di BAP, tetapi kenapa dalam persidangan muncul SKL tersebut.

“Yang mulia saya membuat cv berdasarkan arsip yang kami punyai, karena saya pernah bekerja kepada terdakawa. Cv dibuat hanya sekadar pengalaman pendidikan, KTP, NPWP pribadi dan keterangan hasil studi atau KHS. Untuk SKL saya tidak pernah mrmbuatnya,” ujar Dodi didepan majrlis hakim.

Bahkan menurut Dodi dia protes keras kepada pihak penyidik kalau SKL yamg ditunjukan bukan buatannya.

“Sedang penulisan S2 dan S3/doktor nya dibuat berdasrakan asumsi saya karena saya mendengar Bapak Qomar sudah menyelesaikan kuliahnya,” imbuh Dodi.

Persidangan yang sempat ramai, karena ada mis persepsi antara JPU dan penasihat hukum Nurul Qomar, soal ketera gan saksi yang dianggap tidak jelas.

Sidang akhirnya ditutup, dan akan dilanjutkan Senin 5 Aguatus pekan depan

Sidang rencananya akan menghadirkan pihak Universitas Negeri Jakarta (UNJ) untuk doimintau keterangan saksi. (AFiF.A)

Posted in: Hukum