By 15 August 2019

Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap, Mahasiswi ini Diamankan

Tersangka pembuang bayi Rizki dengan lingkaran merah

BREBESNEWS.co – Rizki Safitri (19), warga Dukuh Kendaga, RT 2 RW 12, Desa Larangan, Kecamatan Larangan, terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Rizki yang merupakan seorang mahasiswi perguruan tinggi di Tegal itu ditangkap terkait pembuangan bayi di pekarangan warga yang juga dekat rumahnya, hingga ditemukan warga dalam kondisi sudah meninggal, Minggu (11/8/2019) lalu.

“Pelaku ditangkap di tempat persembunyiannya, Rabu (14/8/2019) kemarin. Penangkapan pelaku berawal dari hasil pengembangan informasi yang didapat dari sejumlah saksi penemuan mayat bayi,” kata Kasatserse Polres Brebes Tri Agung, Kamis (15/8/2019) diruangan kerjanya.

Menurut Kasatserse, dari keterangan yang didapat, katanya, pelaku tega membuang darah dagingnya karena malu dan takut pada orang tuanya.

“Dari keterangan pelaku, bayi yang dibuang itu merupakan hasil hubungan gelapnya dengan pacarnya. Karena takut diketahui oleh pihak keluarga, ia membuangnya setelah dilahirkan,” bebernya.

Perlu diketahui,  kronologi penangkapan pelaku, yakni saat warga Desa Larangan, Kecamatan Larangan,  digegerkan dengan temuan sesosok bayi dalam kantong plastik warna hitam di pekarangan belakang rumah warga, Minggu (11/8/2019).

Saat ditemukan, bayi perempuan berumur 1 hari ini sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Temuan berawal saat seorang warga melintas dan penasaran usai melihat bungkusan plastik.

Warga tersebut kemudian mendatangi untuk melihat isi plastik. Saat digoyang-goyang pakai kayu, tiba-tiba keluar plasenta bayi.

Kemudian warga tersebut membuka kantong plastik tersebut dan mendapati sesosok bayi yang sudah rak bernyawa.

Warga kemudian memberitahu temuan bayi ke warga lainnya dan melaporkannya ke pihak kepolisian.

 

Dari pengembangan penyelidikan  inilaha akhirnya pelaku pembuangan diketahui.

Akibat perbuatannya, pelaku diancam pasal 80 ayat (3) atau (4) Jo Pasal 76C UU RI No.17 tahun 2016 tentang perubahan Perppu No.1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-undang atau pasal 341 KUHPidana.

“Ancaman hukumannya minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun kurungan penjara,” terangnya. (AFiF.A)

 

Posted in: Kriminal