By 18 December 2019

Enam Desa di Brebes jadi Proyek Anti Politik Uang

Konfrensi pers Bawaslu Brebes soal 6 desa jadi daerah politik anti uang

BREBESNEWS.co – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Brebes membentuk tiga desa anti politik uang (money politic) dan tiga desa pengawasan kecurangan dalam proses Pemilihan Umum (Pemilu).

Ada tiga desa yang dijadikan desa antipolitik uang, antaranya Desa Winduasri Kecamatan Salem, Desa Ciseureuh Kecamatan Ketanggungan, dan Desa Cikeusal Kidul Kecamatan Ketanggungan.

Sedangkan desa pengawasan yaitu satu desa di Kecamatan Kersana, satu desa di Banjarharjo dan satu desa di Kecamatan Tonjong.

Ketua Bawaslu Brebes, Wakro menuturkan, pembentukan desa antipolitik uang merupakan tindak lanjut dari desa-desa yang dibina selama ini kaitannya peningkatan kesadaran masyarakat dalam berdemokrasi.

Langkah itu dilakukan selain sebagai bentuk pendidikan politik, juga sebagai upaya mengajak masyarakat agar sadar akan bahaya politik uang yang bisa merusak tatanan demokrasi.

“Ini merupakan program kerja yang dilakukan Bawaslu setelah Pemilu selesai. Artinya, bahwa kami tetap bekerja meski pemilu telah selesai,” kata Wakro, Rabu (18/12/2019).

Dibentuknya desa antipolitik uang, katanya, karena pihaknya menghendaki masyarakat untuk lebih mengetahui apa itu politik uang dan menanamkan embrio-embrio masyarakat yang sadar akan bahaya politik uang.

Carannya, melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat langsung, baik itu sosialisasi, forum diskusi dan kegiatan lain.

“Dalam program ini, kami juga ingin membentuk masyarakat yang bisa menjadi agen Bawaslu dalam pengawasan Pemilu. Kami harapkan, di tahun 2024 mendatang program ini bisa menyentuh semua desa di Brebes,” harapnya.

Koordinator Divisi Penindakan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Brebes, Yunus Awaludin Zaman menambahkan, launching desa pengawasan dan desa antipolitik uang merupakan amanah dari UU Nomor 7 Tahun 2017. Dalam undang-undang tersebut, Bawaslu juga bertugas melakukan pencegahan terhadap pelanggaran Pemilu.

“Ini adalah upaya kami untuk mengajak masyarakat mencegah pelanggaran. Untuk mempersiapkan agar Pemilu 2024 nanti culturenya lebih baik dari Pemilu sebelumnya,” imbuhnya.

Saat ini, lanjutnya, baru enam desa yang terdiri dari tiga desa pengawasan dan tiga desa antipolitik uang yang sudah terbentuk. Nantinya, Bawaslu Brebes akan membentuk desa pengawasan dan antipolitik uang di beberapa desa lainnya setiap tahunnya.

“Untuk jumlah desanya, nanti menyesuaikan anggaran yang kami miliki. Yang pasti, jumlah desa pengawasan dan antipolitik uang akan bertambah,” terangnya. (AFiF.A)

Posted in: Politik