By 3 January 2020

Ini Kronologi Penangkapan Para Tersangka Pemalsu Pestisida di Brebes

3 tersangka jaringan pemalsu obat pestisida pertanian asal Brebes

BREBESNEWS.co – Jajaran Tipiter.Satuan Reskrim.Polres Brebes berhasil membekuk tiga pelaku jaringan pemalsu pestisida di beberapa.lokasi yang berbeda.

Penangkapan para pelaku ini, hasil.pengembangan kasus pasca penggerebegan di salah satu rumah yang menjadi tempat pembuata pestisida palsu di Desa Dukuhturi RT 02 RW 03 , Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Kamis (2/1/2020) malam.

Pelaku pertama yang dibekuk polisi yakni Wartim (45), warga Desa Limbangan RT 08/005, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes. Pelaku selanjutnya yang diamankan yaitu Al Ayyubi (47) warga Jalan Ahmad Yani RT 01/003, Kecamatan Ketanggungan dan Deni Eka Oktavian (30) warga Desa Limbangan RT 05/005, Kecamatan Kersana.

Anggota Tipiter Satuan Reskrim Polres Brebes sebelumnya mendapatkan informasi dari warga masyarakat tentang adanya seseorang yang diduga telah memproduksi pestisida palsu di dalam rumah masuk Desa Limbangan RT 08/005, Kecamatan Kersana.

Petugas kemudian melakukan pengecekan dan didapati peralatan pembuatan bahan baku dan dua produk jadi jenis pestisida merk Roundup 1 liter dan merk Puradan 2 kg yang diduga palsu. Pemilik barang tersebut, Wartim (45) berikut barang buktinya diamankan.

Wartim dalam pembuatan pestisida palsu bersama dengan Al Ayyubi (47) dan turut diamankan pula ke.Polres Brebes.

Sedangkan tersangka Deni Eka Oktavian(30) diringkus juga dirumahnya yang dijadikan tempat untuk memproduksi pestisida palsu.

Dirumahnya tersangka, memproduksi pestisida merk Furadan dan didapati pula alat dan bahan baku pembuatan pestisida.

Kapolres Brebes AKBP Aris Supriyono melalui Wakapolres Kompol M Faisal Perdana SIK dalam koferensi pers, Jumat (3/1/2020) membenarkan jajarannya telah berhasil meringkus tiga pelaku pemalsu pestisida.

“Ketiga tersangka yang berhasil diamankan bersama dengan barang buktinya ini, melanggar Pasal 60 ayat 1 huruf g jo Pasal 38 ayat 1 UU RI Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman dan/atau Pasal 62 ayat 1 jo Pasal 8 ayat 1 huruf e UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan/atau Pasal 100 ayat 1 UU RI Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merk dan Indikasi Geografis, dengan ancaman kurungan penjara lima tahun,” pungkas Wakapolres yang didampingi Kabag Ops Kompol Raharja SH dan Kasat Reskrim AKP Tri Agung Suryomicho beserta jajarannya.(AFiF.A)

Posted in: Kriminal