By 3 January 2020

Miris, Satu Tersangka Obat Pestisida Palsu adalah Seorang Perawat Puskesmas

Deni Eka Oktavian (30) seorang pelaku pembuat pestisida palsu tertunduk saat konfrensi perss di Mapolres Brebes

BREBESNEWS.co – Tiga tersangka kasus pemalsuan pupuk dan pestisida yang diungkap jajaran Satreskrim Polres Brebes merupakan dua jaringan yang berbeda.

Dua tersangka merupakan jaringan Bandung dan satu orang lainnya merupakan jaringan Semarang.

Satu orang jaringan Semarang yaitu Deni Eka Oktavian (30), warga Desa Limbangan, Kecamatan Kersana.

Deni, biasa dipanggil merupakan seorang petugas medis di sebuah Puskesmas di Brebes.

Ia ditangkap di rumahnya beserta ratusan kardus pupuk palsu bermerek Furadan 3 GR.

Saat dimintai keterangan, Deni Eka Oktavian mengatakan, ia sudah 1,5 tahun menjalani bisnisnya tersebut.

Ia mengaku melakukan pemalsuan pupuk setelah belajar dari tersangka lain, yaitu Wartim (45), warga Desa Limbangan, Kecamatan Kersana.

“Saya sudah 1,5 tahun menjalaninya.

Sehari-hari saya bekerja sebagai perawat di Puskesmas,” kata Deni, dalam jumpa pers di Mapolres Brebes, Jumat (3/1/2020) siang.

Campuran pasir

Dalam aksinya, Deni membeli berbagai bahan pupuk palsu, yaitu pasir, cat pewarna, kemasan pupuk Furadan, dan kardus.

Pasir tersebut kemudian diberi cat berwarna yang sama dengan warna pupuk Furadan.

Setelah itu, dimasukkan ke dalam bungkus pupuk Furadan.

Dikatakannya, pupuk yang dijualnya memang tidak ada khasiatnya buat tanaman karena hanya berupa pasir.

Namun ia nekat melakukannya karena tergiur keuntungan yang cukup besar dari penjualan pupuk palsu tersebut.

Kemudian, satu bungkusnya saya jual Rp20 ribu ke beberapa pengecer,” ungkapnya.

Proses pembuatan pupuk palsu tersebut dilakukan di rumahnya sendiri.

Selain menangkap Deni, jajaran Satreskrim Polres Brebes juga menyita ratusan kardus pupuk Furadan palsu sebagai barang bukti. (AFiF.A)

Posted in: Kriminal