By 8 September 2020

Ketua NU Kiai Nasrudin Dimakamkan di Tanah Kelahirannya Jatirokeh

Pelepasan jenazah Ketua NU KH Nasrudin

BREBESNEWS.co – Ketua Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Brebes dilepas Wakil Katib Pengurus Besar NU (PBNU) KH Taufiqurrohman Yasin dari rumah duka menuju makam keluarga di kompleks Pesantren Modern Al Falah Jatirokeh Kecmatan Songgom, Selasa (8/9/2020).

Ribuan pelayat membanjiri rumah duka yang berada di Komplek Pesanteren. Diantaranya Bupati Brebes Idza Priyanti Rais Syuriyah PBNU KH Subkhan Makmun, Sekda Brebes Djoko Gunawan MT, mantan Bupati Brebes Indra Kusuma, jajaran Pengurus NU, para ulama dan santri dan pejabat Pemkab, politikus hingga masyarakat seputar pondok.

Wakil Katib PBNU KH Taufiqurrohman Yasin mengungkapkan bahwa KH Nasrudin sudah pulang. Untuk itu, mari minta halal halalan. PBNU sudah tahu kalau almarhum sudah sakit lama. PBNU sering mendoakan agar diberi kesehatan tetapi Allah berkehendak lain.

“Diobati apapun tidak bisa sembuh, karena kehendak takdir dari Allah SWT telah datang. Kehendak Allah lebih baik ketimbang kehendak mahluk. Dasare wong bagus, akan husnul khotimah maka wafat saat ini,” ucap Kiai Taufiq.

Berita wafatnya KH Nasrudin cepat terdengar, kata Kiai Taufiq, ucapan bela sungkawa mengalir deras di grup grup WA, Facebook dan Twitter dan lain-lain. Ini membuktikan kalau Almarhum adaalah orang yang baik.

“Pulangnya Kiai Nasrudin menjadi pembelajaran bagi kita, bahwa nasehat yang paling baik adalah kematian. Kemarin-kemarin Kiai Nasrudin dinasehati oleh kita, saat ini Almarhum lebih menasehati bahwa kita akan menuju kematian,” ucapnya.

Sementara itu Kiai Mas Mansyur Tarsudi atas nama keluarga menceritakan riwayat perjalanan hidup almarhum yang memiliki nama kecil Tohid.

Dia teringat, kalau Agustusan itu banyak bambu yang dibuat tiang bendera. “Pring sing lempeng di tegor, pring sing ora lempeng di jor bae, Insya Allah Adikku Nasrudin termasuk orang yang lurus, yang baik, amin,” ucap Kiai Mas Mansyur Tarsudi.

Kiai Mas Mansyur berpesan agar Santri jangan pulang, karena masih ada penggantinya yang mengasuh. Tidak usah cemas, pesantren tetap berjalan. Dan Wali Santri agar terus menasehati anaknya, agar anak-anaknya yang mondok di Al Falah tetap betah nyantri.

Prosesi menghantar jenazah dilakukan pembacaan doa oleh Pengasuh Pesantren Al Hikmah 1 Benda Sirampog KH Labib Sodiq, sedangkan Imam Sholat Jenazah dipimpin Rais Suriyah PBNU KH Subkhan Makmun.
Kiai Nasrudin meninggal Senin (7/9) di Rumah Sakit Darmais, Jakarta pukul 11.30 WIB karena sakit.

Kiai Nasrudin yang lahir di Brebes, 24 Mei 1957 itu meninggalkan seorang istri Hj Danilah dan 7 orang anak yakni Neli Kurnia, Faisal Kadafi, Moh Iqbal Tanjung, Abdurahman Zuhad, Mafida Ria Kartika, Husen Haekal, dan Reza Pahlevi.

Nasrudin merupakan kader NU yang militan. Terbukti telah menjabat sebagai Ketua PC LP Maarif NU, Ketua PC GP Ansor, Wakil Ketua PW GP Ansor Jateng.
Pengasuh Pesantren Modern Al-Falah Jatirokeh, Songgom, Brebes ini juga bergelut di bidang politik diantaranya pernah menjadi anggota DPRD Brebes, Ketua DPRD Brebes 2004-2009, dan anggota DPR-RI (2009-2014). (ILMIE)

Posted in: Serba Serbi