By 16 October 2020

7 Anak Punk Diamankan Polisi Terkait Dugaan Pembunuhan Temannya, 1 Masih Buron

Para anak punk yang diamankan pihak polisi Brebes atas dugaan pembunuhan tenannya sendiri

BREBESNEWWS.co – Dipicu rasa cemburu, Sekelompok anak punk di Kabupaten Brebes yang diduga melakukan aksi pembunuhan temannya sendiri ditangkap polisi, Rabu (14/10/2020).

Penangkapan tersebut tidak lain dari hasil pengembangan kasus penemuan mayat di Jembatan Sungai Cibuniwangi Desa Luwunggede Kecamatan Tanjung beberapa waktu lalu.

Korban yang diketahui bernama Rangga Putra Dewa (19) merupakan warga Pemalang Jawa Tengah.

Dia diduga dibunuh dengan cara dikeroyok oleh sekelompok anak punk dan mayatnya dibuang, hingga akhirnya ditemukan warga di Desa Luwunggede Kecamatan Tanjung.

Dalam proses penangkapan yang dilakukan Tim Resmob Satreskrim Polres Brebes dipimpin langsung oleh Aiptu Titok Ambar Pramono yang berhasil mengamankan beberapa pelaku di tempat yang berbeda.

Mulai dari Pantura Brebes, Cirebon hingga penangkapan anak punk di rumah singgah di Kota Tegal. Kala itu, salah seorang diamankan karena terjaring razia Satpol PP setempat.

Warga berkerumun atas penemuan mayat di sungai Cibuniwangi Desa Luwungede Kecamatan Tanjung yang diduga dibunuh para anak punk

Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto dalam konfrensi persnya, Kamis (15/10/2020) mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan 7 pelaku yang diduga membunuh rekannya dan jenazahnya dibuang dan ditemukan di Luwunggede.

Ke 7 pelaku antaranya, YS (26) warga Desa Barisan Kecamatan Losari Kabupaten Cirebon, A (21) warga Desa Bojongnegara, Kecamatan Ciledug Kabupaten Cirebon, A (18) warga Desa Dukuhturi Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes.

A (19) warga Desa Gegesik Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon, FYP (21) warga Desa Kebondalem Kecamatan Mojokerto Kabupaten Mojokerto dan AC (19) warga Desa Cikandang Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes.

“Ada anak punk satu lainnya yang diduga ikut terlibat dalam aksi tersebut yang sekarang masih buron,” ujar Kapolres.

Dalam kasus tersebut, sejumlah barang bukti berhasil diamankan pihak kepolisian antaranya dua buah gesper, satu buah hp, satu buah jaket milik korban, satu buah celana korban dan kendaraan motor metik untuk membuang mayat korban.

“Sedangkan modus operandinya yakni, sekelompok anak punk melakukan pemukulan kepada korban sampai dengan meninggal,” tukasnya.

Salah seorang terduga pelaku A mengatakan, aksi pembunuhan itu berawal lantaran cemburu.

Hal itu lantaran pacar temannya kerap diganggu korban dan dirinya memiliki dendam karena pernah dikeroyok oleh korban.

“Iya (korban) teman (sesama anak punk). Iya ada cewek (pacar temannya) sering diganggu dan saya juga kesel pernah dikeroyok olehnya (korban),” tukasnya.

Para anak punk pelaku pembunuhan ini sesuai hukum akan dikenai pasal 338 yakni kasus kekerasan hingga terbunuhnya korban dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (AFiF.A)

Posted in: Ekonomi & Bisnis