By 19 October 2020

Bobol Toko Modern di Bumiayu, 3 Residivis Dibekuk Polisi

3 Spesialis pencuri di toko modern atau minimarket saat digelandang di Mapolres Brebes

BREBESNEWS.CO – 3 orang pelaku spesialis pembobol minimarket yang kerap beroperasi di Brebes. Berhasil dibekuk jajaran polisi Brebes. Selain sudah membobol minimarket di Bumiayu, mereka juga sudah beraksi di 5 kota.

Polisi terpaksa melumpuhkan mereka dengan timah panas, karena berusaha melawan dan melarikan diri saat ditangkap. Ketiga pelaku diringkus beberapa tempat berbeda, salah satunya di Jakarta.

Pelaku yang dibekuk yakni Suparhan (41) warga Kota Pekalongan, Slamet Susanto (41) warga Kabupaten Pemalang dan Ajung Toni (40) warga Kabupaten Tegal. Ketiga tersangka diburu karena membobol minimarket di Kecamatan Bumiayu, Brebes.

Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto dalam konferensi pers di Mapolres, Senin (19/10/2020) mengatakan, para pelaku tersebut merupakan residivis dalam kasus yang sama.

“Dalam aksinya, pelaku masuk melalui atap dengan cara menggunting kawat duri dan memotong atap seng.
Setelah berhasil masuk, kawanan mereka mengambil sejumlah barang seperti rokok, kosmetik dan lainnya,” ujar Gatot

“Setelah berhasil, para pelaku ini kabur ke Jakarta untuk menjual barang hasil curian,” ungkapnya.

Dalam penangkapan ini, kata dia, anggotanya terpaksa melakukan tindakan terukur dan terarah kepada pelaku dengan menembak kaki para pelaku. karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap.

Selain di Brebes, lanjut Kapolres, pelaku juga melancarkan aksinya di beberapa daerah lainnya. Di antaranya, di Kabupaten Kendal, Banjarnegara, Pemalang dan Pekalongan.

“Dari lima daerah ini, pelaku sudah melancarkan aksinya sebanyak 16 kali. Khusus di Brebes, pelaku mengaku baru enam kali,” terangnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, dari para tersangka tersebut, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit roda empat yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya. Satu buah tali yang digunakan memanjat, lima buah handphone, dua buah kunci dan tiga karung untuk membawa hasil curiannya.

“Atas perbuatannya ini, para pelaku kami jerat pasal 363 Ayat 1, 3,4 dan 5 KUHP, dengan ancaman kurungan penjara selama sembilan tahun,” tandasnya.

Sementara itu, salah seorang pelaku Ajung Toni dihadapan penyidik mengaku, sudah melancarkan aksinya sebanyak belasan kali. Hasil kejahatan itu, kemudian kami jual ke penadah di Jakarta.

“Hasil dari penvurian di Bumiayu yang kebanyakan rokok dan kosmetik saya jual sekitar 13 juta dan dibagi 3,” ungkap Ajung. (AFiF.A)

Posted in: Kriminal