By 15 October 2020

Uang Palsu Sebesar Nyaris Rp 0,5 Milyar Berhasil Diamankan Polres Brebes

Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto didampingi Kasatserse dan Kepala Bank Indonsia Cabang Tegal saat konfrensi pers diamankannya uang palsu

BREBESNEWS.co – Jajaran Polres Brebes berhasil membekuk 3 pelaku pembawa uang palsu pecahan 100 ribu rupiah sebanyak 4.973 lembar atau kalu dijumlah sekitar 497,3 juta rupiah. Pelaku yang hendak mrlakukan transaksi penjualan uang palsu (upal) tersebut, digagalkan di daerah Kecamatan Songgom, Minggu lalu.

Komplotan ini ditangkap di warung makan depan sebuah minimarket di Kecamatan Songgom, Brebes.

Ketiga pelaku adalah Riharjo, Kustari dan Slamet Riyadi. Kesemuanya warga Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Dalam relese persnya, Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto mengatakan, kasus itu terbongkar berawal dari patroli rutin yang dilaksanakan jajaran Polsek Songgom.

“Saat patroli, petugas curiga terhadap keberadaan mobil sedan Toyota Vios berwarna silver, yang berhenti di halaman sebuah minimarket,” ujarnya, Kamis (15/10/2020).

Dari kecurigaan ini, petugas memeriksa tiga orang yang berada dalam mobil. Selain itu, petugas menemukan uang palsu dalam jumlah banyak yang tersimpan dalam bagasi.

Barang bukti ini kemudian diamankan berikut tiga orang penumpang mobil. Selanjutnya, uang palsu yang di bungkus di aebuah dus ini dikirim ke Bank Indonesia untuk diperiksa lebih lanjut.

“Hasil pemeriksaan tim Bank Indonesia Tegal, uang pecahan 100.000 yang dibawa pelaku itu dinyatakan palsu,” jelas Gatot

Sementara dari lidik awal, diketahui uang palsu yang dibawa pelaku itu diperoleh dari wilayah Solo. Tiga pengedar ini rencananya akan bertemu dengan pembeli asal Semarang di sebuah SPBU di Cirebon.

“Jadi, para pelaku ini bertugas mengedarkan uang palsu ini. Mereka akan mendapatkan imbalan Rp 2,5 juta untuk mengedarkan uang palsu senilai 100 juta, dari pelaku utama yang membuat,” terangnya.

“Modus yang dilakukan pelaku itu dengan cara mengedarkannya kepada orang yang menjadi target, atau orang yang sudah memesan uang palsu tersebut. Setelah uang palsu sampai di target, mereka baru akan mendapatkan imbalan dari pemilik barang.”

“Atas perbuatannya itu, sambung dia, pelaku diancam pasal 36 ayat 2 dan 3 Undang-undang nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang. Mereka jteracam hukuman kurungan maksimal 15 tahun penjara,” pungkas Gatot.

Uang palsu pecahan 100 ribu rupiah yang di sita Jajaran Polres Brebes sebagai barangbukti kejahatan

Sementara, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, M Taufik Amrozy yang juga turut dalam konfrensi pers mengatakan, dari pemeriksaan timnya uang yang dibawa pelaku jelas bukan merupakan uang tapi kertas yang dicetak mirip uang.

“Dari ciri-ciri fisik uang juga sangat berbeda dengan uang asli. Di antaranya, tanda air yang tidak berpendar, kalau diraba tidak kasar, dan mikro teks dalam uang yang tidak bisa dibaca. Juga tidak terdapat benang dengan warna perak cerah ditengahnya,” beber Taufik.

Sementara salah seorang pelaku Riharjo di depan penyidik mengaku, uang palsu itu didapat dari teman.

Dirinya hanya diminta untuk mengantarkan kepada orang yang sudah memesannya. Riharjo mengatakan, setelah uang sampai ke pembeli, ia dan teman-teman akan mendapat imbalan Rp 12,5 juta.

“Total uang yang dibawa nilainya Rp 500 juta. Saya janjian dengan orang yang memesan bertemu di sebuah SPBU di wilayah Cirebon. Dari mengantar ini saya dijanjikan diberi imbalan Rp 12,5 juta,” akunya.(AFiF.A)

Posted in: Kriminal