By 6 October 2021

Miris ! Rumah Nyaris Ambruk, Namun Belum Tersentuh Bantuan RTLH

Kondisi rumah dari depan samping

BREBESNEWS.co – Miris nian melihat rumah tidak layak huni yang berada di jantung kota Brebes ini

Meski lokasinya di RT 5/ 10 Kelurahan Pasarbatang Kecamatan Brebes, ternyata masih terdapat RTLH yang sudah hampir roboh namun belum tersentuh bantuan.

Kondisinya, separuh bangunan rumah bagian belakang ambruk karena kayu penopangnya. Selain itu sebagian dinding samping rumah dari anyaman bambu sudah dalam kondisi rapuh dan memprihatinkan.

Rumah tersebut, dihuni dua Kepala Keluarga. Yakni, pasangan Sartini Handayani (39) dan suaminya Agus Gunawan (31) beserta dua anaknya.

Bahkan, keluarga tersebut masih berbagi ruangan dengan sang kakak Darojat, 47. Menurutnya, kondisi bangunan rumahnya di bagian dapur sudah ambruk dua bulan lalu.

“Kondisi kayu penyangga memang sudah rapuh. Karena kena angin kencang, akhirnya ambruk bagian dapur atau ruang bagian belakang,” ungkapnya kepada sejumlah awak media, Rabu (6/10/2021)

Kondisi rumah bagian belakang

Selain tiang penyangga, lanjut Sartini, Di bagian dinding dari anyaman bambu juga sudah rapuh.

Kondisinya juga nyaris jebol karena belum pernah direhab sejak tahun 90-an. Alasannya, faktor ekonomi yang tergolong rendah karena hanya bekerja sebagai pelayan rumah makan padang.

“Sumber penghasilan suami hanya cukup untuk makan. Beruntung anaknya sekolah, dan sudah dapat Kartu Indonesia Pintar dan BPNT. Jadi lumayan, bisa nyambung kebutuhan harian, tapibelum mampu rehab rumah,” jelasnya.

Pengakuan hampir sama, dibenarkan Darojat, 47, kakak Sartini Handayani. Ia mengaku, kondisi bangunan rumahnya bagian belakang (dapur-red) memang tidak pernah direhab. Padahal, sejak 2020 kemarin perangkat kelurahan sempat meninjau. Namun, urung direhabilitasi dengan dalih menjadi kewenangan Dinperwaskim.

Sementara itu, Ketua RT 5 Muhammad Amin menambahkan, kondisi Rumah Tidak Layak Huni yang ditempati dua KK di wilayahnya tersebut. Sudah pernah diajukan masuk rehab RTLH sejak 2019.

Namun, entah karena apa belum terealisasi sampai sekarang. Termasuk, perangkat kelurahan belum ada bantuan karena mungkin dianggap warga mampu.

“Sertifikat tanahnya milik ibunya yang sudah meninggal. Beruntung, saat bagian dapur ambruk tidak ada korban. Harapannya, Pemkab melalui dinas terkait bisa segera turun tangan,” harapnya.

(Al Faruq)

Posted in: Sosial