By 21 May 2021

Mulai Juni, ASN Brebes Beli Beras dari Petani

Sekda Brebes Djoko Gunawan bersama pihak Bulog wilayah Jateng usai MoU panfaatan hasil beras petani Brebes untuk dijual ke ASN Brebes

BREBESNEWS.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes resmi menjalin kerja sama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog), hal tersebut dituangkan dalam Penandatangan kesepakatan kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) terkait penyediaan beras bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Brebes.

“Bersama ini Pemkab Brebes meluncurkan program Serapan Gabah Petani (Sergap) mandiri dari petani yang nantinya akan dibeli ASN, ” ucap Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH usai penantanganan kerja sama di Pendopo Brebes, Kamis (20/5/2021).

Menurut Idza, penandatanganan kerja sama tersebut merupakan ikhtiar bersama untuk meneruskan perjuangan dalam upaya menghormati dan menghargai hasil petani, khususnya di wilayah Kabupaten Brebes. Apalagi sektor pertanian Kabupaten Brebes turut berkontribusi terhadap pangan nasional.

“Saya rasa langkah ini sangatlah tepat, selain sebagai upaya penyedian bahan pokok beras juga membantu para petani untuk serapan gabah. Terlebih kondisi ekonomi saat pandemi Covid 19, menyerap gabah petani merupakan upaya untuk pemulihan ekonomi,” tuturnya.

Idza berharap, kepada OPD maupun ASN agar dapat berpatisipasi aktif dan mendukung kesepakatan kerja sama melalui program Sergap mandiri, sehingga memberikan efek positif kepada seluruh lapisan masyarakat.

“Mulai Juni ini, ASN akan membeli beras petani melalui Bulog,” tandas Idza.

Direktur Bisnis Perum Bulog Febby Novita mengapresiasi kerja sama tersebut, program ini merupakan pertama kali di Jawa Tengah dan diharapkan dapat menjadi trigger untuk daerah lain dalam hal penyediaan beras bagi ASN.

“Semoga program ini bisa diduplikasi oleh daerah lainnya, karena bagaimanapun beras yang diserap adalah hasil dari petani asli Brebes,” ungkapnya.

Kata Febby, Jawa Tengah sudah menyerap gabah cukup besar sekitar 65.000 Ton. Sebenarnya potensinya bisa lebih banyak, bila masyarakat dan ASN bisa bekerja sama dengan memaksimalkan potensi itu, seperti ada outlet penjualan beras serapan dari petani.

“Kami akan selalu berpegang pada kebijakan pemerintah serta berkomitmen menjaga kualitas beras,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Brebes Yulia Hendrawati menyampaikan, program Sergap mandiri berawal dari keprihatinan terhadap nasib petani di Brebes yang mengalami kesulitan dalam memasarkan produk pertanian khususnya gabah di masa panen raya.

“Di satu sisi, keberhasilan program peningkatan produksi pertanian, baik melalui program penambahan luas tanam, subsidi benih dan teknologi telah menaikan hasil produksi secara signifikan. Sementara kebutuhan pokok sesuai jumlah penduduk relatif stabil, sehingga kelebihan stok gabah yang cukup banyak,” terangnya.

Lanjut Yulia, ketidakseimbangan antara suplai dan demand atau penawaran dan permintaan ini, berimbas pada merosotnya harga gabah di tingkat petani dan kesulitan dalam mencari pasar. Seperti masa panen pada Maret dan April harga gabah merosot cukup tajam hingga Rp 3.200 per kilogram gabah kering, jauh di bawah Harga Pembelian Pemerintah HTP yaitu Rp 4.200 per kilogram.

Akibatnya petani kesulitan ekonomi dan dampaknya kesulitan modal untuk bertanam selanjutnya.

“Program ini sebagai upaya untuk menstabilkan harga gabah petani dan mengurangi ketergantungan kepada tengkulak yang selama ini menguasai pasar,” ucapnya.

Mekanismenya, kata Yulia, DPKP akan memetakan potensi panen tiap bulan di 17 Kecamatan dengan mengumpulkan Poktan maupun Gapoktan, hasil yang layak akan dibeli Bulog kemudian diolah dan dikemas menjadi beras kualitas premium.

“Untuk sasaran program yaitu ASN yang berjumlah 9 ribu orang, mulai Juni akan membeli beras kemasan 10 kilogram, dengan total kebutuhan yang diserapan ASN sebanyak 90 Ton beras kualitas premium atau setara dengan gabah kering giling sebanyak 160 Ton,” jelasnya.

Sekda Brebes Ir Djoko Gunawan MT yang juga Ketua Korpri Brebes mengaku telah berembug dengan Kepala OPD tentang pembelian beras bagi ASN kepada Petani. Pada intinya ASN sepakat, membeli beras 10 kg perbulannya.

“Insya Allah dengan menolong Petani, akan bertambah berkah, ” ucap Djoko.

Turut hadir Pimpinan Wilayah Perum Bulog Jateng Miftahul Ulum, Kepala Bidang Komersial Kanwil Jateng Ana Maria Nova, Kepala Bulog Subdivre IV Pekalongan Heriswan, Sekda Brebes Ir Djoko Gunawan serta jajaran OPD Brebes.

(AFiF.A)

Posted in: Ekonomi & Bisnis