By 3 July 2021

Penyiraman Air Keras di Desa Sisalam Akhirnya Tertangkap

Wahyu Ramadani (19) pelaku pwnyiraman air keras pada siswi SMK warga Desa Sisalam Kecamatan Wanasari

BREBESNEWS.co – Kasus penyiraman air keras yang terjadi di Desa Sisalam Kecamatan Wanasari pada 17 Januari silam akhirnya terungkap.

Pelaku adalah Wahyu Ramadani (19) warga Desa Rengaspendawa Kecamatan Larangan. yang merupakan mantan kekasih korban, RM (16), yang masih berstatus pelajar.

Di depan penyidik kepolisian pelaku Wahyu mengaku nekat menyiramkan air keras kepada kekasihnya, lantaran sakit hati sering mendapatkan perkataan tak menyenangkan.

Pelaku juga sering mendapat perlakuan kekerasan dari korban, di antaranya kerapkali ditampar korban. Karena merasakan sakit hati, pelaku akhirnya berencana untuk melakukan balas dendam.

“Sering dikata-katai kasar. Kekerasan fisik juga sering ditampar. Sudah setahun lebih tidak menghargai saya. Sebenarnya saya sayang sama dia (korban), tapi saya sakit hati,” kata Pelaku Wahyu ditemui di Mapolres Brebes, Kamis (1/7/2021) kemarin.

Wahyu mengaku, dirinya membeli air keras di sebuah toko kimia di Kota Tegal. Ia membeli air keras bermaksud untuk melukai kekasihnya.

Kemudian, pelaku mengajak korban untuk bertemu di jalanan sepi. Pelaku berpura-pura memesan kosmetik kepada korban dengan sistem Cash On Delivery (COD) tak jauh dari rumah korban.

“Beli cairan itu di toko kimia di Tegal. Belinya satu liter Rp 20 ribu. Setelah itu saya ngajak ketemu dengan memesan kosmetik dengan sistem COD. Saya bikin akun Facebook dengan nama perempuan,” lanjut Wahyu.

Sebelumnya, terjadi kasus penyiraman air keras dengan RM (16) warga Desa Sisalam Kecamatan Wanasari.

Usai kejadian itu, RM hanya bisa terbaring lemas tak berdaya di tempat tidurnya. RM yang duduk di bangu kelas 2 SMK Maarif NU 03 Larangan ini mengalami luka bakar di kedua tangan, kedua paha, dan bagian pipi kanannya akibat siraman air keras.

Kapolres Brebes AKBP Faisal Febrianto mengatakan, sebelum kejadian penyiraman air keras, korban RM berjualan kosmetik secara online. Saat itu, ada seseorang yang memesan barang jualannya dan mengajak cash on delivery (COD) di suatu tempat tak jauh dari desanya, Sisalam. Namun, calon pembeli meminta COD dilakukan di tempat sepi.

“Saat perjalanan pulang ke rumah, di belakang ada sepeda motor yang mengikutinya. Tiba-tiba, pengendara sepeda motor itu menyiramkan air ke dirinya. Pelaku dua kali melakukan penyiraman ke korban. Pelaku penyiraman menggunakan helm, jaket, dan sarung tangan, sehingga tak bisa dikenali,” kata Kapolres.

Usai aksi penyiraman air kerasa oleh orang tak dikenal tersebut, muncul pesan berantai di akun facebook milik korban. Pesan berantai itu diketahui berasal dari seseorang yang sebelumnya memesan kosmetik kepada dirinya.

Tak lama mengirimkan pesan berantai itu, akun yang diduga pelaku penyiraman tersebut tutup akun.

“Di antaranya isi pesannya itu ada kalimat “Dendam saya sudah terbalas”.,” lanjut Kapores.

Kapolres mengungkapkan, selain mengamankan pelaku, Satreskrim Polres Brebes juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, sepeda motor, handphone dan kaleng bekas wadah air keras milik pelaku. Serta pakaian dan kerudung milik korban.

“Pelaku disangkakan melanggar Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Perlindungan Anak. Kini pelaku terancam hukuman lima tahun penjara,” pungkas kapolres.

Posted in: Kriminal