By 3 July 2021

Polres Brebes Relese 2 Kakek Cabul dengan Korban Dibawah Umur

Kakek salahsatu kasus pencabulan yang kini ditahan di Mapolres Brebes

BREBESNEWS.co – Dalam sepekan, polisi mengungkap dua kasus pencabulan yang terjadi di Kabupaten Brebes.

Dalam dua kasus ini, aksi bejat pencabulan terhadap dua anak perempyan dibawah umur dilakukan oleh dua orang kakek, yakni Khasan Khariri (62), warga Desa Bojong Kecamatan Jatibarang dan Wasroh (71) warga Desa Plompong Kecamatan Sirampog.

Dalam relese persnya, Kamis (1/7/2021) Kapolres Brebes AKBP Faisal Febrianto mengatakan, kedua aksi pencabulan ini dilakukan oleh dua kakek di lokasi berbeda, yakni di Desa Bojong Kecamatan Jatibarang dan Desa Plompong Kecamatan Sirampog. Sementara itu, semua korban adalah anak di bawah umur, yakni usia 6 tahun, 9 tahun, dan 10 tahun. Korban masih berstatus siswa sekolah dasar.

“Dalam sepekan ini ada dua kasus pencabulan yang terjadi di Kabupaten Brebes. Semua korbannya adalah anak di bawah umur,” kata Kapolres.

Di Desa Bojong Kecamatan Jatibarang, kasus pencabulan terjadi pada Kamis (24/6/2021).

Saat itu sekitar pukul 11.00 WIB, korban F (9) siswa kelas 2 SD dan NF (10) siswa kelas 3 SD tengah bermain di sekitar rumah pelaku bernama Khasan Khariri (62), seorang petani. Kemudian, korban diajak masuk ke rumah pelaku untuk bermain piano.

Setelah bermain, pelaku mengajak kedua korban masuk ke kamar pelaku. Di kamar itu, pelaku mulai mencabuli kedua korban. Setelah itu korban pulang ke rumah dan pelaku meminta korban tidak berbicara dengan siapapun atas kejadian pencabulan tersebut.

Namun salah satu korban menyampaikan kepada orangtuanya. Tak terima, orangtua korban melaporkan pelaku ke polisi.

Sementara itu, di Desa Plompong Kecamatan Sirampog, pelaku Wasroh (71) mencabuli bocah berusia 6 tahun pada Rabu (26/6) pekan lalu. Pelaku tega mencabuli anak perempuan dengan mengiming-imingi uang Rp5 ribu dan Rp10 ribu kepada korban, AKR (6) yang merupakan anak tetangga pelaku.
Berdasarkan keterangan saksi mata kejadian, Dakiroh (52), tetangga korban, dirinya merasa curiga karena melihat korban keluar dari rumah anak pelaku sambil membawa gulungan pakaiannya.
Pelaku nyaris dimassa warga atas aksi bejatnya mencabuli anak di bawah umur. Namun emosi warga berhasil diredam petugas.

“Pelaku mengakui perbuatannya, yaitu telah mencabuli AKR sebanyak 2 kali di tempat yang sama, yaitu di rumah anaknya saat sedang kosong, namun di hari dan waktu yang berbeda,” ungkap Kapolres.

Untuk aksi pencabulan yang pertama, lanjut dia, pelaku menyatakan tidak ingat waktunya. Namun pelaku mengaku memberikan uang jajan sebesar Rp5 ribu. Sedangkan untuk aksi yang kedua ini, pelaku memberikan imbalan sebesar Rp10 ribu.

Modus pelaku melakukan pencabulan adalah kebutuhan biologis, karena sudah lama menduda setelah isterinya meninggal dunia.

“Dari kedua kasus itu, masing-masing pelaku dijerat pasal 82 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016, tentang perlindungan anak, dengan hukuman penjara maksimal 15 tahun,” tandasnya.
(AFiF.A)

Posted in: Kriminal