By 31 August 2021

3 Pelaku Pembuat Oli Palsu di Brebes Diamankan Polisi

Barang bukti oli palsu yang diamankan saat ditunjukan di konfrensi pers

BREBESNEWS.co – Jaringan produksi oli palsu berbagai merek di wilayah Brebes, berhasil dicokok satuan reskrim Polres Brebes.

Kapolres Brebes AKBP Faisal Febrianto saat menggelar Konferensi Pers dihalaman Mapolres, Senin (30/08/2021) menjelaskan kejadian bermula saat ada laporan dari warga adanya sebuah gudang di wilayah Siandong Larangan Brebes yang curiga dengan aktifitas kendaraan pengangkutan barang.

“Saat Rabu, sekitar bualn lalu, tepatnya 28 Juli 2021 sekitar pukul 20.00 WIB, Unit Reskrim Polsek Larangan mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di Desa Siandong terdapat gudang yang mencurigakan. Gudang itu tidak pemah dibuka tapi di pintu gudang ada pengiriman dan pengangkutan barang mencurigakan,” kata Kapolres Brebes AKBP Faisal Febrianto.

Faisal menuturkan pihak Reskrim Polsek Larangan kemudian melakukan penyelidikan. Tak lama kemudian, polisi melakukan penggerebekan ke pabrik tersebut.

Saat digerebek, polisi menemukan sejumlah orang yang sedang membuat oli palsu. Oli-oli palsu ini menggunakan berbagai merek, yaitu MPX dan Evalube, Yamalube, Ultratec dan lainnya.

Tiga pelaku yang diamankan antaranya Denis Alfiansyah (24) dan Dhafa Hikmat (19) warga Tangerang, Banten; dan Fajar Awaludin (26), warga Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Tiga pemuda itu dibekuk di rumah produksi oli palsu di Desa Siandong, Kecamatan Larangan.

Barang bukti yang disita dari kasus ini berupa oli palsu siap edar, drum, botol bekas, stiker merek, tutup plastik dan alat-alat yang dipakai untuk mendaur ulang oli bekas. Faisal menerangkan pembuatan oli palsu ini dilakukan dengan mendaur ulang oli bekas dari bengkel untuk kembali dipasarkan.

Akibat perbuatannya itu, mereka dijerat dengan pasal 62 ayat (1) jo Pasal 8 ayat (1) huruf e Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Selain itu ketiganya juga dijerat pasal 100 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis.

Ketiga pelaku terancam hukuman penjara maksimal 5 tahun dan denda paling banyak Rp2.000.000.000.

Kapolres manambahkan modus yang dilakukan pelaku dengan mengumpulkan wadah oli bekas sepeda motor. Kemudian mereka cuci dan dimasukan oli palsu.

“Mereka beroperasi sudah dua bulan terakhir pelaku memproduksi dan mengedarkan oli palsu. Dalam sehari mereka mampu memproduksi 3-4 dus,” ungkap Kaplores.

“Kami imbau masyarakat waspada dan hati-hati sebelum membeli oli. Pastikan kemasan tersegel dan warna oli sesuai dengan aslinya,” pungkasnya.

Posted in: Kriminal