By 5 October 2021

Dijanjikan Kerja Bergaji Besar di Austarlia, Puluhan Juta Calon Naker Amblas

 

Salahsatu calon PMI mendatangi Kantor Disperinaker untuk mengadukan PJTKI bodong dan menunjukan kwitansi pembayaran

 

BREBESNRWS.co -Tergiur iming-iming gaji besar bekerja di Australia, puluhan calon Pekerja Migran di Kabupaten Brebes merasa kecele.

Pasalnya, mereka sudah menyetorkan sejumlah uang yang jika diakumulasi mencapai puluhan juta. Namun, hingga kini penyalur jasa tenaga kerja yang menerima uang pendaftaran tersebut mendadak hilang.

Diduga, PJTKI tersebut bodong (ilegal) karena hingga kini tak satupun calon pekerja migran berangkat sesuai harapan.

SHal ini seperti yang dialami Chandra Giovani (21), warga Petunjungan Kecàmatan Bulakamba yang sudah menyetorkan uang sebanyak Rp 26 juta.

Ia mengaku, tergiur dengan tawaran gaji dari PT Karya Maula Sejahtera (KMS). Yakni dijanjikan bekerja sebagai PMI di bidang perkebunan Australia dengan gaji mencapai Rp 26 juta. Namun syaratnya, membayar sejumlah uang untuk pendaftaran dan mengikuti pelatihan sebelum diberangkatkan.

“Uang pendaftaran sudah saya bayarkan dua kali. Pertama, daftar Rp 6 juta bulan April lalu. Kedua, Rp 20 juta dua minggu setelahnya sebagai job order ke Australia,” ungkapanya kepada sejumlah wartawan, Selasa (5/10/2021).

Pengalaman serupa, juga dialami calon Pekerja Migran Indonesia lainnya. Nahrowi, (31) warga Desa Sitanggal Kecamatan Larangan yang merasa tertipu Rp 6 juta.

Menurutnya, iming-iming yang disampaikan pemilik PT KMS dianggap sangat meyakinkan. Buktinya, puluhan calon PMI dari sejumlah desa di Brebes juga percaya janji palsu tersebut.

“Modusnya rapi, karena saya gak punya uang banyak. Daftarnya, Rp 6 juta dan biaya pelatihan bisa pakai sertifikat untuk jaminan di bank. Setelah kerja, angsuran dipotong dari gaji sebagai PMI di Australia,” terangnya.

Nasib hampir sama, pun dialami Rokhim, (30) warga Desa Pulosari Kecamatan Brebes yang juga sudah membayar pendaftaran Rp 6 juta.

Menurut Rokhim kejanggalan dan kecurigaan PJTKI itu terungkap Agustus lalu. Yakni, saat calon PMI yang sudah bayar puluhan juta namun tak kunjung diberangkatkan. Termasuk, pelatihan dan pengurusan paspor yang selalu molor dengan berbagai alasan.

Keterangan PT KMS

Sementara itu, sponsor sekaligus perantara PT KMS Fatmawati (34) mengatakan. Ia mengaku, kali pertama bertemu dengan YRM, selaku pemilik PT KMS sejak april 2021.

Dirinya diajak kerjasama untuk merekrut calon PMI dengan imbalan uang. Dijanjikan, jika dapat 20 orang nanti per PMI mendapat honor Rp 6 juta.

“Bahkan, karena saya berhasil merekrut sekitar 80 calon PMI. Saya direkrut jadi staf dengan gaji Rp 3,5 juta termasuk tunjangan. Tapi, cuma tiga bulan digaji karena mulai curiga ada yang aneh,” ujarnya.

Keanehan dan kecurigaan tersebut, lanjut Fatmawati, karena pemilik PT tanpa sepengetahuannnya kembali meminta uang pendaftaran ke calon PMI.

“Terlebih, saat ditanya apakah syarat pemberangkatan sudah diurus dan lokasi perkebunan penempatan PMI tak pernah dijawab. Bahkan, YRM terkesan mengelak setiap ditanya terkait kepastian teknis dan prosedur pemberangkatan PMI,” ujar Fatmawati.

“Bersamaan dengan terbongkarnya kecurigaan para calon PMI yang sudah setor uang. Saya dan bersama calon PMI, langsung mengadukan kejadian ini ke Disperinaker Brebes,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Brebes Warsito Eko Putro saat dikonfirmasi membenarkan adanya penipuan berkedok PJTKI bodong (ilegal) tersebut.

Sebab secara administrasi, PT KMS belum terdaftar sebagai penyalur tenaga migran resmi dan belum tercantum di Kemenaker.

Bahkan, pihaknya langsung menginventarisir semua dokumen milik calon PMI agar bisa diselamatkan. Seperti, Ktp-el, KK asli, paspor maupun sertifikat yang sempat dijadikan jaminan.

“Langkah selanjutnya, kami melakukan pendampingan. Sebab, calon PMI yang merasa dirugikan ingin menempuh jalur hukum ke Polres,” tandasnya.

(Al Faruq)

Posted in: Serba Serbi