By 17 November 2021

4 Hari Diterjang Rob, Warga Randusanga Kulon dan Wetan Terhambat Aktifitas

Pemandangan rob yang datang di daerah pesisir Brebes

BREBESNEWS.co – 4 hari diterjang banjir rob akibat air laut pasang, dua desa di pesisir timur Kabupaten Brebes terendam rob terparah, Rabu (17/11/2021).

Desa terdampal rob yakni, Desa Randusanga Wetan dan Randusanga Kulon. Selain menggenangi pemukiman, tambak dan sekolah aktifitas masyarakat juga terganggu. Pasalnya, tingginya air laut pasang terjadi saat jam masa beraktifitas pukul 09.00 WIB.

Kepala Desa Randusanga Wetan, Swi Agung Kadiantara saat dikonfirmasi mengungkapkan, banjir rob sudah terjadi empat hari terakhir sejak Minggu-Rabu (14-17/11) siang.

Namun, kondisi terparah mulai terjadi Rabu pukul 04.30 hingga 13.30 WIB. Terlebih, genangan banjir rob yang terjadi dalam hitungan menit dan langsung mengepung pemukiman warga.

“Banyak aktifitas masyarakat terganggu rob. Yakni, di 9 RT dan 3 RW dikepung rob. Termasuk, SDN 1 dan mengganggu PTM Terbatas,” terangnya.

Tingginya genangan rob, lanjut Agung, berkisar antara 30 sampai 60 cm hingga masuk rumah warga. Namun, hampir semua masyarakat yang terdampak banjir rob tidak ada yang mengungsi.

Alasannya, air laut pasang tersebut akan kembali surut saat sore dan malam hari. Namun, banyak warga yang kondisi rumahnya tergenang banjir rob tidak bisa menyelamatkan semua perobatan.

“Selain mengganggu aktifitas anak sekolah. Puluhan hektare tambak yang diterjang rob juga terancam merugi, karena ikan’ikan didalamya terseret air,” ujarnya.

Hal sama juga diungkapkan Kepala Desa Randusanga Kulon, Afan Setiono. Dia mengatakan, kepungan banjir rob terparah juga terjadi sejak pagi hingga siang hari, Rabu (17/11/2021) hari ini.

Menurut Afan, berdasarkan pantauan di wilayah Randusanga Kulon hampir semuanya terdampak rob. Bahkan, akibat rob yang terjadi berdampak pada abrasi yang menggerus hampir 30 meter setiap tahunnya.

“Kondisi sekarang, hampir 50 hektare tambak tergerus abrasi. Akibatnya, hampir 250 hektare lahan tambak yang sudah tidak bisa dimanfaatkan karena sering dikepung rob,” jelasnya.

Pihaknya berharap, bencana banjir rob menjadi perhatian khusus semua pemangku kebijakan mulai Pemkab Brebes hingga provinsi.
Sebab, banjir rob menjadi tamu langganan yang terjadi hampir setiap tahun. Sehingga, butuh penanganan dan solusi konkret agar masyarakat pesisir lebih terbantu.

(Al Faruq)

Posted in: Serba Serbi