By 11 November 2021

Tuntut Kenaikan UMK, Aliansi Buruh Brebes Datangi Dewan

Audiensi aliansi buruh Brebes dengan Wakil Ketua DPRD Brebes

BREBESNEWS.co – Buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) dan Aliansi Serikat Pekerja (ASP) Kabupaten Brebes siap menggelar aksi damai dengan turun ke jalan.

 

Rencana aksi itu, usai audiensi dengan DPRD dan perwakilan Pemkab Brebes di Gedung DPRD, Rabu (10/11/2021) buntu.

Aksi damai yang rencananya diikuti ratusan buruh dari berbagai perusahaan di kota bawang ini bertujuan menyerukan tuntutan nasional.

“Tuntutan yang akan disampaikan ASP dan SPN jadi agenda serentak nasional. Di antaranya kenaikan Upah Minimum Kerja (UMK),” kata perwakilan Pimpinan Serikat Pekerja (PSP) SPN Sugeng L.

Dalam udiensi, kata Sugeng, hingga kini belum mendapatkan solusi konkret dari DPRD dan Pemkab Brebes. Sehingga, rencana aksi damai akan tetap digelar serentak skala nasional di seluruh daerah.

Dia merinci tuntutan buruh di antaranya: Batalkan Omnibus Law UU 11/ 2020, naikkan UMK/UMK 2022, naikkan Upah Minimum Kabupaten 2022, dan PKB tanpa Omnibus Law.

“Karena hasil audiensi belum ada titik temu. Aksi damai sudah kami koordinasikan dengan ASP dan SPN untuk menyuarakan tuntutan bersama,” tegasnya.

Asisten I Sekda Brebes Apriyanto mewakili Pemkab Brebes mengatakan, hasil audiensi ASP dan SPN dengan DPRD masih terus diupayakan. Pasalnya, tuntutan kenaikan UMK sebesar 25 persen masih harus disesuaikan dengan ketentuan perundang-undangan.

Terlebih, ada mekanisme yang ditempuh melalui Rapat Dewan Pengupahan yang menjadi acuan.

“Sehingga, agar tidak memberatkan salah satu pihak. Penetapan tuntutan buruh harus disertai berbagai pertimbangan matang,” kata Apriyanto.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Brebes Wurja, menambahkan adanya tuntutan buruh terkait kenaikan upah dan sejumlah tuntutan lainnya harus dikawal sampai tuntas. Sebav, tuntutan buruh menjadi bagian dari wujud demokrasi yang harus difasilitasi.

“Kami terus mendorong semua pihak terkait tetap mengedepankan suasana yang kondusif. Apapun kelanjutannya terus kami pantau,” kata Wurja.

Posted in: Ekonomi & Bisnis