By 2 August 2022

Wacana Pasar Malam di Islamic Centre dapat Penolakan Pedagang Pasar Malam

Perwakilan pedagang kaki lima di kompleks Stadion Karangbirahi dan GOR menyampaikan keresahannya kepada awak media

BREBESNEWS.co – Ratusan pedagang kaki lima di kompleks Stadion Karangbirahi hingga Kompleks GOR Sasana Adi Karsa mengancam menggeruduk Kantor Bupati Brebes.

Seluruh pedagang tersebut menyatakan menolak jika Pasar Malam 17-an dipindah ke Islamic Centre. Alasannya, banyak faktor yang menjadi kendala jika pasar malam digelar di luar Karangbirahi. Terlebih, sudah menjadi tradisi sejak dulu Pasar Malam 17-an identik di kawasan Stadion Karangbirahi hingga GOR.

Penolakan Pasar Malam di Islamic Centre, diungkapkan Sumiyati, 49, pemilik warung nasi di Kompleks GOR.

Menurutnya, semua pedagang sepakat menolak dan sangat keberatan jika pasar malam tidak di Karangbirahi.

Sebab, di kompleks Islamic Centre kurang luas dan berpotensi mengganggu aktifitas. Yakni, ada kegiatan belajar karena lingkungan sekolah, rumah bersalin, kegiatan ibadah hingga kantor Satreskrim Polres Brebes.

“Jika memang dipaksakan di Islamic Centre, kami segera meenggeruduk kantor bupati. Karena, kebijakan Pasar Malam itu tidak memihak pedagang,” jelasnya kepada wartawan  Senin (1/8/2022).

Selain mengganggu aktifitas umum, lanjut Sumiyati, Pasar Malam 17-an di Islamic Centre dikhawatirkan sepi. Padahal, sudah dua tahun terakhir pedagang kecil sangat terdampak Pandemi Covid-19. Sehingga, Pasar Malam ini justru menjadi andalan mencari rezeki sebagai momentum sekali dalam setahun.

Penolakan serupa, juga disampaikan Wagiyono, 50, pedagang bakso yang menyatakan siap menggeruduk kantor bupati. Ia mengaku, banyak faktor yang menghambat jika pasar malam dipaksakan digelar di Islamic Centre.

Contohnya, lokasi yang terbatas dan akses jalan yang sempit akan sangat mengganggu aktifitas masyarakat. Terlebih, banyak fasilitas umum di kompleks Islamic Centre sehingga tidak cocok sebagai lokasi pasar malam.

“Momentum pasar malam hanya setahun sekali, dan tempatnya dari dulu ya Karangbirahi. Kalau dipindah, sangat merugikan pedagang kecil seperti kami. Bagaimana nasib UMKM kecil, jika kebijakan pemda tidak memihak rakyat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Peringatan HUT Kemerdekaan RI Kabupaten Brebes sekaligus Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Warsito Eko Putro saat dikonfirmasi menambahkan, merespon protes pedagang terkait lokasi pasar malam yang rencananya dipindah ke Islamic Centre.

Pihaknya mengaku, sudah dilimpahkan ke seksi pelaksanaan kegiatan. Sedangkan, Seksi pelaksanaan sekaligus Kabid Perdagangan Maryono saat dikonfirmasi terkait lokasi pelaksanaan pasar malam. Pihaknya belum bisa menjawab secara detail.

“Terkait tempat kewenangan bukan di kami, tetapi coba komunikasi dengan Ketum. Kami menindaklanjuti arahan hasil rapat Panitia HUT RI ke 77,” tandasnya.

(Al Faruq )

Posted in: Serba Serbi