By 17 September 2022

Rencana Penutupan Jalan Lintasan KA di Dukuh Bulakamba di Protes Warga

Polsek Paguyangan beserta pihak PT KAI saat meninjau jalur lintas KA yang rencananya akan ditutup untuk warga di Dukuh Bulakamba Desa Wanatirta

BREBESNEWS.co – Warga RT 06/02 Dukuh Bulakamba Desa Wanatirta Kecamatan Paguyangan memprotes pihak PT.Kereta Api Indonesia (KAI), Pasalnya akses jalan satu satunya yang melintas rel Kereta Api masuk pedukuhan akan di tutup.

Dukuh Bulakamba Rt 06/02 Desa Wanatirta yang dihuni sejumlah 60 Kepala Keluarga dengan jumlah penduduk sekitar 260 jiwa ini merupakan pedukuhan terpencil.

Akses jalan satu satunya untuk ke kota Kecamatan maupun tempat lainnya hanya dapat melewati perlintasan kereta api jalur selatan yang rencananya akan ditutul pihak PT. KAI.

Polsuska PT KAI, Walid Zamzani, kepada media menjelaskan  PT. KAI saat ini sedang meningkatkan pelayanan dan keamanan perjalanan kereta api.Terkait dengan hal tersebut PT. KAI akan melakukan penutupan perlintasan kereta api ilegal, termasuk yang ada di dukuh . Bulakamba Desa. Wanatirta ini

“Rencana penutupan akan dilakukan pada pada hari Senin tanggal 19 September 2022 oleh PT. KAI Daops 5 di KM 323 + 600 / 700 termasuk Dukuh Bulakamba Desa Wanatirta Kec. Paguyangan,” ungkapnya, Sabtu (17/9/2022).

Di ungkapkan Walid,Terkait dengan rencana tersebut dari pihak PT. KAI Daops 5 memberikan alternatif yaitu penutupan perlintasan atau perlintasan di jaga.

Jika memang ada keberatan dari Masyarakat sebaiknya Kepala Desa Wanatirta mengajukan surat kepada PT. KAI Daops 5, agar sebagai bahan pertimbangan dari PT. KAI Daops 5, dan di berikan waktu 3 hari untuk mengajukan surat tersebut dengan di lampiri alasan keberatan.

Terkait adanya protes dan keberatan warga dukuh Bulakamba yang di wakili Agus Riyanto ketua RT 06/2, Kapolsek Paguyangan Iptu Kasam agar warga tetap menjaga Harkamtibmas yang aman dan kondusif.

“Tadi ada solusi dari pihak PT.kAi apa bila berkeberatan bisa mengajukan surat keberatan untuk bahan pertimbangan ,” ungkap Kapolsek.

Ia mengingat pihak desa di kasih waktu atas keberatannya diharapkan pihak desa Wanatirta segera melayangkan surat keberatan ke pihak PT.KAI.

Sementara Sekdes Wanatirta Tohirin menyampaikan dari pihak Pemerintah Desa akan menindaklanjuti dengan membuat surat kepada pihak PT. KAI dan Pemerintah Kabupaten Brebes.

Menurut Tohirin dengan adanya protes warga, pihak PT KAI untuk penundaan penutupan perlintasan kereta Api tersebut.

( Alex )

Posted in: Serba Serbi