Tawuran Antar Pelajar Bulakamba, 1 Korban Tewas
BREBESNEWS.co – Tim Resmob Satreskrim Polres Brebes akhirnya berhasil meringkus 10 pelajar yang diduga kuat terlibat dalam insiden maut pada Senin (30/3/2026) di jalingkut Brebes kemarin.
Tawuran ini sempat viral karena ada warga yang memosting kejadian tersebut di lapanhgan lewat ponsel di mobil yang ditumpanginya.
Wakapolres Brebes, Kompol Purbo Adjar Waskito, mengungkapkan bahwa para terduga pelaku yang ditangkap seluruhnya masih berstatus anak di bawah umur.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi mengidentifikasi satu pelaku utama berinisial M yang mengeksekusi korban RZS (15) menggunakan senjata tajam.
“Kami sudah mengamankan 10 orang anak di bawah umur, dengan 1 orang berinisial M yang melakukan kekerasan terhadap korban dengan inisial R,” terangnya kepada awak media di ruang Satreskrim Polres Brebes.
Motif Tawuran
Kompol Purbo menjelaskan, tragedi hilangnya nyawa pelajar ini dipicu oleh persoalan sepele. Berdasarkan keterangan para terduga pelaku, mereka awalnya hanya berselisih paham dan saling menantang melalui platform media sosial.
“Mereka dari kelompok sekolah yang berbeda, semuanya statusnya pelajar,” jelasnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami peran masing-masing pelaku dalam insiden maut tersebut.
“Saat ini kami sudah melakukan pemeriksaan, tentunya kami akan melakukan gelar perkara untuk menetapkan status yang bersangkutan,” pungkas Wakapolres.
Korban Ditinggal di Puskesmas
Kabar tewasnya korban RZS yang tercatat sebagai siswa SMK Muhammadiyah Bulakamba ini pertama kali terendus dari laporan pihak medis. Kapolsek Bulakamba, AKP M Afandi, menyebut pihaknya menerima laporan dari Puskesmas Bulakamba pada Senin (30/3/2026) sekitar pukul 17.20 WIB.
“Korban diketahui bernama RZS (15), seorang pelajar SMK Muhammadiyah Bulakamba. Korban yakni warga Desa Karangsari, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes,” ujar AKP Afandi, Selasa (31/3/2026).
Berdasarkan penuturan tenaga kesehatan, sekitar pukul 17.10 WIB, ada tiga remaja datang berboncengan sepeda motor. Dua di antaranya menggotong tubuh korban yang sudah tak sadarkan diri ke ruang perawatan.
“Setelah korban dibaringkan di tempat tidur perawatan, dua remaja tersebut langsung meninggalkan lokasi,” ungkapnya.
Nahas, saat diperiksa, korban dinyatakan sudah meninggal dunia. Terdapat luka robek menganga yang sangat parah di area pinggang kiri yang menembus ke bagian punggung.
Autopsi dan Tangis Histeris Keluarga
Guna kepentingan penyelidikan.
Jenazah korban langsung dirujuk ke RSUD Brebes untuk diautopsi oleh tim gabungan Forensik Polda Jateng, Dokkes, dan Unit Inafis Satreskrim Polres Brebes pada Selasa (31/3/2026).
Bocoran informasi hasil autopsi yakni korban terdapat luka sabetan benda tajam yang mematikan di punggung korban diketahui menembus sedalam kurang lebih 20 sentimeter.
Seusai proses autopsi jenazaah RZS langsung dibawa pulang oleh pihak keluarga pada pukul 11.05 WIB untuk dikebumikan.
(;AFiF.A)







