By 11 October 2026

Di Bantarkawung, Anak Kandung Bacok Ayahnya yang sudah Uzur hingga Tewas

Penemuan korban pembacokan anak kepada bapaknya

Pria bernama Nasiun (57) tiba tiba saja mendatangi rumah kepala desa Pengarasan Kecamatan Bantarkawung dan mengaku telah membacok ayah kandungnya sendiri, Ikhsan yang saat ini berusia uzur sekitar 83 tahun.

Bukan hanya mengakui perbuatannya, Nasiun juga meminta kepala desa segera mengecek kondisi sang ayah di kebun. Namun, saat didatangi, Ikhsan ayahnya yang sudah baru dibacoknya ditemukan sudah tidak bernyawa dengan sejumlah luka serius di tubuhnya.

Kepada awak media kepala desa Pengarasan Ahmad Nirom penuturkan peristiwa tragis itu terjadi pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

Lebihlanjut Nirom mengatakan saat kejadian dirinya sedang berada di sawah. Ia kemudian mendapat telepon dari istrinya yang mengabarkan bahwa Nasiun datang ke rumahnya.

Mendapat kabar tersebut, Nirom bergegas pulang. Setibanya di rumah, ia justru mendengar pengakuan yang mengejutkan dari Nasiun.

Pria itu mengaku telah membacok ayahnya di kebun. Bahkan, ia memintanya memastikan apakah korban masih hidup atau sudah meninggal dunia.

“Tolong dicek ayah saya mati atau tidak. Tadi habis dibacok,” ucap Nirom seperti yang dibilang pelaku.

Mendengar pengakuan tersebut, Nirom bersama sejumlah warga kemudian menuju kebun milik Ikhsan untuk memeriksa kondisi korban.

Namun, setibanya di lokasi, mereka mendapati Ikhsan telah meninggal dunia. Tubuh korban tergeletak di kebun dengan luka mengenaskan.

Menurut Nirom, korban mengalami sejumlah luka di bagian kepala dan leher. Salah satu tangannya bahkan mengalami luka parah hingga nyaris putus.

Di tengah pengungkapan peristiwa tersebut, Nasiun disebut sempat menyampaikan alasan yang melatarbelakangi tindakannya. Kepada Nirom, ia mengaku sakit hati.

“Katanya sakit hati,” tutur Nirom.

“Ditanya sakit hatinya karena apa pelaku tidak menjawab,” kata Nirom lagi.

Sementara ini, Nasiun telah diamankan di Polsek Bantarkawung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Posted in: Ekonomi & Bisnis