By 15 July 2021

Polisi Brebes Gelar Rekontruksi Pembunuhan Sopir Ojol, Pelaku Terancam 20 Tahun Penjara

Saat rekontruksi pembunuhan sopir ojek online di Tanjung Brebes

BREBESNEWS.co – Satreskrim Polres Brebes Polda Jateng menggelar rekonstruksi pembunuhan pengemudi ojol yang mayatnya sempat dibakar dengan pengamanan ketat, Rabu (14/7/2021).

Ada 24 adegan dari tersangka pembunuhan yang sengaja didatangkan langsung ke lokasi kejadian, mulai dari pemesanan ojol hingga aksinya membunuh pengemudi ojol dengan dibakar.

Tersangka pembunuhan Juni lalu, adalah Ahmad Jamaludin (22) warga Desa Sengon, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes.

Dia memperagakan sejumlah adegan pembunuhan terhadap korbannya, Ahmad Ariswanto (38) pengemudi ojol warga Dampyak Kabupaten Tegal di flyover Sampang Kecamatan Tanjung Brebes.

Rekonstruksi dimulai saat tersangka memesan ojek online di perempatan Pacific Mall Kota Tegal untuk diantarkan korban menuju Tanjung Brebes.

Di tengah perjalanan tersangka memiliki niat ingin menguasai sepeda motor korban.

Saat tiba di flyover Kramat Sampang, tersangka memukul korban hingga sepeda motor yang ditumpangi terjatuh. Tersangka aj lalu memukul korbannya dengan helm dan membenturkan kepala korban ke beton jembatan layang.

Korban yang tidak sadarkan diri lalu dibakar dengan tumpukan dedaunan kering untuk menghilangkan jejaknya

Dikutip Tribratanews.jateng.polri.go.id
Kanit 1 Satreskrim Polres Brebes, Aiptu Titok Ambar Pramono mengatakan, dalam rekonstruksi tersebut tersangka memperagakan 24 adegan. “Rekonstruksi mulai dari ketemu korban di Tegal sampai dilakukan pembunuhan korban.”

“Pihaknya melakukan pengamanan ketat agar tidak menimbulkan kerumunan. Pengamanan dilakukan tim gabungan dari Polres maupun Polsek,” terang Titok.

Sementara Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Brebes, Nugroho Tanjung mengatakan, rekonstruksi digelar untuk mengetahui persis peran tersangka dalam melakukan tindak pidana dengan cara menghilangkan nyawa korbannya.

“Rekonstruksi ini untuk mengetahui bagaimana peran tersangka tindak pidana ini. Tersangka disangka melanggar Pasal 339, 338 dan 365 ayat 3. Ancamannya maksimal 20 tahun penjara,” tandaa Nugroho.

(AFiF.A)

Posted in: Kriminal