By 3 December 2021

Hari Terakhir Penyaluran, 292 Desa Se Brebes Siap Kucurkan Top Up BLT Dana Desa

Musdessus 292 desa se Kabupaten Brebes soal penyaluran BLT Dana Desa untuk masa akhir penyaluran

BREBESNEWS.co – Sebanyak 292 desa di Kabupaten Brebes menyatakan siap untuk mencairkan Top Up Bantuan Langsung Tunai Dana Desa.

Rencananya, penyaluran top up tersebut dilaksanakan serentak hari ini (Jum’at, 3/12-red).

Hal itu, ditegaskan Sekretaris Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia Kabupaten Brebes Syaefudin Trirosanto. Sebab, mengacu Peraturan Menteri Keuangan Nomor 162 tentang Top Up 3 kali BLT DD harus dilaksanakan maksimal 3 Desember.

“Hasil Musyawarah Desa Khusus (MUSDESUS) di 292 desa. Semua sudah mengerucutkan Keluarga Penerima Manfaat Top Up BLT DD yang masuk kategori miskin ekstrim. Itu yang jadi prioritas menerima bantuan,” ungkap Asep yang juga Kepala Desa Bulusari.

Berdasarkan hasil identifikasi, lanjut Syaefudin, MUSDESUS menetapkan verifikasi ulang kepada semua KPM BLT DD 2021. Kemudian, dirinci secara detail yang belum tercover PKH, BPNT dan kondisinya tidak mampu.

Hasilnya, terbukti KPM sasaran lebih sedikit karena diprioritaskan hanya untuk kategori keluarga miskin ekstrim.

“Sesuai arahan DINPERMADES dan Pemprov Jateng. Hasil MUSDESUS ini yang menjadi prioritas penerima Top Up BLT DD,” jelasnya.

Syaefudin menuturkan, mengacu laporan dari semua Kades dan Sekdes terkait data base MUSDESUS yang menjadi KPM Top Up BLT DD.

Hampir semuanya, dari total 100 persen hanya tersisa sekitar 25-35 persen dari jumlah KPM. Seleksi tersebut, juga untuk memastikan Program Penanggulangan Kemiskinan Ekstrim di tingkat desa lebih tepat sasaran.

Sementara itu, Kades Wanacala Kecamatan Songgom Teguh Setiawan menambahkan, berdasarkan hasil MUSDESUS yang digelar Rabu (1/12) malam jumlah penerima Top Up BLT DD mengerucut menjadi 25 KK dari total 203 KPM BLT DD Tahun 2021.

“Slot DD yang kami gunakan, bersumber dari slot untum Gerakan Kembali Sekolah. Sebab, banyak warga sasaran GKS sudah kerja dan tidak tertarik melanjutkan pendidikan. Daripada tak terserap, kami alokasikan top up,” tandasnya.

(Al Faruq )

Posted in: Sosial