By 9 December 2021

Warga Korban Banjir Rob Randusanga Boyongan ke Rusunawa

Rusunawa bagi terdampak rob Desa Randusanga dan warga sekitar dengan harga sewa yqng super murah

BREBESNEWS.co – Sebanyak 29 warga Desa Randusanga Kulon Kecamatan Brebes yang terdampak banjir Rob, boyongan ke Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Kelurahan Limbangan Wetan.

Boyongan diantar Bupati Brebes Idza Priyanti didampingi Ketua Dekranasda AKBP Dr Warsidin SH MH dan Kepala OPD dari Balai Desa Randusanga Kulon dengan mengendarai Kereta Kencana, Dokar dan Odong-odong, Rabu (8/12/2021).

Idza menjelaskan, pembangunan Rusunawa merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), yang diperuntukan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) atau yang belum memiliki rumah.

Karena berbagai pertimbangan, banyak warga Randusanga Kulon yang terdampak Banjir Rob.

Mereka juga terkena gusuran normalisasi Kali Sigeleng dan pelebaran jalan sepanjang jalan menuju objek wisata Pantai Randusanga Indah (Par In), maka Rusunawa diprioritaskan bagi mereka.

Pembangunan rusunawa, kata Idza, menjadi jawaban sebagai salah satu bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat, khususnya warga Desa Randusanga Kulon.

Sehingga masyarakat tidak lagi kesusahan saat rob datang, karena telah memiliki hunian yang aman dan nyaman.

Atas nama pemerintah Kabupaten Brebes dan warga masyarakata, bupati mengucapkan terimakasih kepada Kementerian PUPR yang telah membangun Rusunawa bagi MBR.

Dengan Rusunawa, diharapkan kehidupan masyarakat terdampak Banjir Rob menjadi lebih baik. Seperti, pendidikan, perekonomian, kesehatan. Semoga lingkungan Rusunawa juga menjadikan hidupnya lebih baik, aman dan nyaman.

“Saya berharap, rusunawa bisa memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Pemakai juga harus menjaga kebersihan, kerukunan, aman dan nyaman,” pungkas Idza.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman (Dinperwaskim) Sutrisno mengucapkan syukur Alhamdulillah, karena pembangunan Rusunawa telah selesai dan siap ditempati.

“Rusunawa dibangun menggunakan alokasi anggaran dari Kementerian PUPR sebesar Rp 20 miliar,” jelas Sutrisno.

Rusunawa dibangun 1 tower, dengan 3 lantai, sebanyak 44 unit, kamar tipe 36 sekelas apartemen modern. Rusunawa dilengkapi fasilitas umum seperti gedung serbaguna, musholla, toilet umum, taman, dan lainnya. Sebanyak 29 Kepala Keluarga mendaftar dan boyongan.

Untuk tarifnya, lantai 1 dengan sewa sebesar Rp 150 ribu dan lantai 2 sebesar Rp 97 ribu perbukan, belum termasuk biaya operasional seperti listrik, PDAM dan keamanan.

“Sesuai dengan Permendagri nomor 100 tahun 2018 dan Permen PUPR nomor 29 tahun 2019 tentang Standar Pelayanan Minimum (SPM) perumahan pendapatan, pemotongan harga untuk 1 tahun pertama sebesar 50 persen,” ungkap Sutrisno.

Sutrisno menambahkan, bagi Kepala Keluarga di Desa Randusanga Kulon yang terdampak rob dan mempunyai tanah milik sendiri, akan difasilitasi program elevasi pembangunan baru dengan menggunakan teknologi Rumah Unggul Sistem Panel Instan (Ruspin).

((AFiF.A)

Posted in: Sosial