Sharing Kurikulum SDTQ Darul Abror: Berikan Fleskibilitas dan Kuatkan Karakter Islami
BREBESNEWS.co —Sekolah Dasar Tahfidzul Qur’an (SDTQ) Darul Abror menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.
Kurikulum ini memberikan fleksibilitas bagi satuan pendidikan untuk menyesuaikan pembelajaran dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik, serta berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter.
Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Slamet, S.Pd., SDTQ Darul Abror mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Hal ini tercermin dalam penguatan karakter dan pembiasaan agama yang menjadi bagian penting dari kegiatan pembelajaran .
Kurikulum Merdeka memfasilitasi pengembangan karakter, kepekaan spiritual, disiplin, dan kompetensi sosial peserta didik yang sangat dipengaruhi oleh budaya sekolah dan pembiasaan terhadap nilai-nilai agama.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SDTQ Darul Abror Farah Salsabila, dalam paparannya menjelaskan bahwa langkah pertama untuk mendukung kurikulum ini ada pada penyesuaian bahan ajar.
“Bahan ajar diperoleh melalui berbagai sumber, antara lain media sosial dan tukar informasi antar guru sejawat. Evaluasi permasalahan pembelajaran dilakukan secara berkala melalui forum rapat guru untuk mencari solusi bersama. Selain itu mengacu pada pedoman dan bahan ajar dari Kemendikbud,” jelas Bu Farah.
*Pemantauan KBM*
Dalam pelaksanaannya, pemantauan kelancaran Kegiatan Belajar Mengajar dilakukan melalui Supervisi kelas oleh kepala sekolah, Forum rapat rutin guru, serta Sosialisasi dan evaluasi bersama seluruh dewan guru.
*Integrasi Nilai-nilai Keislaman dalam Kurikulum*
Sekolah menerapkan sistem full day school mulai pukul 06.30 WIB hingga selesai. Di sela kegiatan akademik, disisipkan kegiatan keislaman seperti muraja’ah Al-Qur’an dan sholat Dhuha berjamaah. Selain itu sekolah melaksanakan kegiatan ektrakurikuler utama yaitu Pencak Silat dan Pramuka.
Dan tentunya Metode pembelajaran SDTQ Darul Abror ini dilaksanakan secara bervariasi seperti Ceramah, Diskusi, Tanya jawab, Penggunaan media ajar, Role playing dan Belajar sambil bermain.
Penilaian dan tindak lanjut dalam mengatasi perbaikan nilai (remedial) mempunyai inovasi yang berbeda yaitu untuk kelas atas, program remedial sudah diterapkan. Untuk kelas bawah, remedial belum dilaksanakan. Namun, guru melakukan analisis terhadap kesalahan dominan siswa pada setiap materi. Hasil analisis tersebut digunakan untuk evaluasi metode dan model pembelajaran agar lebih sesuai dan mudah dipahami siswa.
*Situasi dan Kondisi*
Saat ini tenaga pendidik di SDTQ Darul Abror memiliki latar belakang yang bervariasi diantaranya Sebagian guru sudah linear dengan jurusan PGSD, dan Sebagian lain berasal dari jurusan non-PGSD seperti Hukum dan saat ini sedang menempuh pendidikan lanjutan untuk memperoleh gelar PGSD.
SDTQ Darul Abror berada dalam masa pemulihan akibat adanya kinerja guru yang kurang terstruktur dan kurang maksimal, serta kebijakan yang diterapkan oleh kepala sekolah sebelumnya. Sebagai upaya perbaikan dan peningkatan mutu pendidikan, sekolah melakukan pergantian kepala sekolah dengan harapan kondisi dapat pulih, mengalami perbaikan, dan berkembang secara bertahap serta berkelanjutan.
Meskipun berdasarkan ketentuan kepegawaian yang bersangkutan sejatinya tidak lagi diperkenankan mengampu jabatan pendidikan karena telah memasuki masa purnabakti, pengecualian diberikan mengingat situasi dan kondisi sekolah yang mendesak. Hal ini dilakukan untuk memastikan penanganan cepat serta upaya stabilisasi penyelenggaraan pendidikan, sehingga keberadaan beliau sangat dibutuhkan dalam menjaga keberlangsungan dan meningkatkan kualitas pembelajaran di SDTQ Darul Abror.
Pemaparan sharing kurikulum ini membuktikan bahwa SDTQ Darul Abror memiliki komitmen kuat dalam meramu pendidikan yang tidak hanya mengejar ketuntasan materi, tetapi juga berupaya menciptakan lingkungan belajar yang berpusat pada peserta didik, berbasis nilai-nilai Islami, dan mampu mencetak generasi yang unggul secara akademik maupun spiritual.
Disusun oleh: Kelompok 2 STAI Brebes
1. Nafisa Rizka
2. Minkhatul Maula. I
3. Syifa Nurani
4. Agil Arief Hidayat
5. Andri Habiburrahman
6. Rifki Ridho







