By 18 June 2026

Sharing Kurikulum SMPN 2 Brebes: Bedah Penerapan Metode Deep Learning yang Adaptif dan Menyenangkan

BREBESNEWS.co — Penerapan Kurikulum Merdeka menuntut sekolah untuk terus berinovasi menciptakan iklim belajar yang relevan dengan perkembangan zaman. Sebagai wujud nyata berbagi praktik baik (sharing kurikulum), SMP Negeri 2 Brebes memaparkan kesuksesannya dalam menghadirkan sistem akademik yang adaptif, modern, dan berpusat pada kebutuhan siswa.

Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Kastolib, S.Pd., SMPN 2 Brebes tidak sekadar menggugurkan kewajiban administratif kurikulum. Sekolah ini secara berani menerapkan metode Deep Learning yakni pembelajaran mendalam yang fokus pada pemahaman konsep inti secara bermakna, namun dikemas dalam suasana yang menyenangkan.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 2 Brebes, Hasanudin Lubis, M.Pd.I., dalam paparannya menjelaskan bahwa langkah pertama untuk mendukung kurikulum ini ada pada penyesuaian bahan ajar.

“Untuk bahan ajar, SMPN 2 Brebes tetap berpatokan teguh pada buku panduan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Namun, untuk memudahkan siswa memahami materi, kami juga memfasilitasi penggunaan buku pendamping dari penerbit lain yang gaya bahasanya lebih komunikatif dan mudah dicerna oleh peserta didik,” jelas Pak Hasanudin.

Langkah adaptif pada kurikulum ini juga diperkuat dengan pengenalan glosarium, daftar pustaka, dan riwayat penulis di setiap materi, guna memperkuat fondasi literasi dasar siswa.

*Supervisi KBM Digital dan Evaluasi Terstruktur*

Dalam pelaksanaannya, penerapan kurikulum dipantau secara ketat namun modern. Inovasi digital dihadirkan ke ruang-ruang kelas melalui fasilitas proyektor (LCD) dan kamera pengawas (CCTV).

Menariknya, fungsi CCTV di sini dioptimalkan sebagai instrumen bagi Kepala Sekolah untuk melakukan supervisi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara real-time. Hasil supervisi digital ini tidak dibiarkan begitu saja, melainkan menjadi bahan evaluasi kurikulum berkala yang dijadwalkan setiap bulan September dan Maret. Lewat rapat dewan guru, hasil pantauan tersebut dibedah agar tenaga pendidik dapat saling memberikan masukan yang konstruktif terkait metode pengajaran mereka.

*Tinggalkan Ceramah Klasik, Terapkan “Tutor Sebaya“*

Eksekusi kurikulum yang ideal tentu membutuhkan tenaga pendidik yang berkualitas. Untuk menjaga mutu dan akreditasi, seluruh guru di SMPN 2 Brebes dipastikan mengajar secara linier, sesuai dengan bidang keilmuannya. Secara akademik, sekolah ini didukung oleh 25 guru bergelar Magister (S2) dan 1 guru bergelar Doktor (S3) dari universitas ternama.

Dengan kompetensi tingkat tinggi tersebut, implementasi kurikulum di kelas tidak lagi terjebak pada metode ceramah satu arah yang membosankan. Suasana kelas dibuat dinamis melalui model pembelajaran inkuiri kolaboratif, demonstrasi, hingga presentasi kelompok.

Inovasi kurikulum SMPN 2 Brebes juga menyentuh aspek penanganan siswa yang membutuhkan perbaikan nilai (remedial). Alih-alih membebani siswa dengan tugas tertulis yang berat, sekolah menerapkan pendekatan humanis lewat sistem “Tutor Sebaya”.

Dalam sistem kurikulum ini, siswa yang lebih cepat menyerap pelajaran akan ditugaskan membimbing temannya yang masih tertinggal. Pendekatan ini terbukti sangat efektif untuk meratakan pemahaman materi sekaligus membangun rasa solidaritas yang kuat di antara siswa.

Pemaparan sharing kurikulum ini membuktikan bahwa SMPN 2 Brebes memiliki komitmen kuat dalam meramu pendidikan yang tidak hanya mengejar ketuntasan materi, tetapi juga memastikan setiap siswa mengalami proses belajar yang mendalam, relevan, dan bermakna.

Disusun oleh: Kelompok 2 STAI Brebes
1. Nafisa Rizka
2. Minkhatul Maula. I
3. Syifa Nurani
4. Agil Arief Hidayat
5. Andri Habiburrahman
6. Rifki Ridho

Posted in: Pendidikan