BrebesNews.Co 27 August 2013 Read More →

Cegah Stunting (Tubuh Pendek) Di Brebes, LKNU Gandeng Tokoh Agama dan Steakholder

stunting

BREBESNEWS.CO -Pengurus Pusat (PP) Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) mengadakan pertemuan dengan Stakeholder Kabupaten Brebes dalam pencegahan stunting (Tubuh Pendek) di Kabupaten Brebes.

Selain tubuh menjadi pendek, stunting dapat berakibat pada penurunan produktivitas, peningkatan risiko penyakit degenaratif dan peningkatan kelahiran bayi dengan berat badan lahir rendah di masa mendatang. Pasalnya Brebes dibidik sebagai daerah yang memiliki Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) terendah se-Jawa Tengah.

“Brebes, kami jadikan daerah pilot project PKH Prestasi (Program Keluarga Harapan Progresif Atasi Masalah Gizi),” kata Ketua Program Officer Kabupaten Brebes Umi Wahyuni disela pertemuan di Gedung PC NU Brebes, Jalan Yos Sudarso 36 Brebes, Selasa (27/8).

Pertemuan ini, lanjutnya, sebagai tindak lanjut dari launching dan pertemuan nasional yang diikuti oleh ulama di tingkat nasional pada 1 Agustus 2013 lalu di Gedung PBNU Jakarta.

Dikatakan Umi, secara Nasional berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010 sebanyak 35,6 persen anak balita mengalami stunting. Untuk mencegahnya, perlu dilakukan langkah-langkah ANC (antenatal care) atau kunjungan ke layanan kesehatan untuk pemeriksaan kehamilan, minum zat besi dalam jumlah tertentu selama kehamilan, IMD (Inisiasi Menyusu Dini), ASI Ekslusif, Cuci tangan, pemberian multivitamin dan asupan gizi seimbang.

“Gizi Buruk menjadi persoalan bersama, bukan hanya pemerintah dan lembaga kesehatan saja,” terangya.

Ketua PC NU Brebes H Athoillah MSi menyambut baik program pencegahan Stunting yang digulirkan oleh PP LKNU. Dia berjanji akan menyokong terus berbagai kegiatan yang digelar demi suksesnya kegiatan tersebut.

Athoillah mengakui kalau stunting benar-benar terjadi di Brebes, terbukti untuk mencari anggota paskibraka yang tingginya 165 cm saja amat susah. Bila keadaanya demikian, maka pemerintah dapat melakukan upaya-upaya promosi pencegahan dan penanggulangan masalah gizi, khususnya stunting di Kabupaten Brebes. “Kualitas generasi muda ke depan menjadi harapan kita bersama, jangan sampai bergizi buruk,” tandasnya.

Selain itu, dia juga mengajak lembaga dan organisasi keagamaan untuk aktif mengkampanyekan pencegahan stunting. Terutama pada 1000 hari pertama kehidupan anak yakni sejak anak dalam kandungan sampai anak usia dua tahun.

Begitupun dengan para kyai dan ulama se Kabupaten Brebes agar terus melakukan dakwah dengan tema peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi ibu dan gizi anak.

Kegiatan dibuka Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Brebes Ir Djoko Gunawan MT. Pembangunan Brebes antara lain harus ditopang dengan peningkatan kualitas pendidikan, dengan mengurangi anak putus sekolah. Juga peningkatan kesehatan dan peningkatan daya beli masyarakat. Terjadinya gizi buruk, perlu penanganan yang integral antara tokoh agama, pemerintah dan lembaga-lembaga lainnya.

Komitemen pemerintah, kata Djoko, akan terus melakukan upaya maksimal. Baik perencanaan maupun anggaran secara berkala dan melakukan kerjasama dengan seluruh komponen masyarakat Brebes maupun pihak-pihak lain. Seperti unicef, Aus Aid dan NGO lainnya.

Kegiatan diikuti oleh berbagai stakeholder di Brebes seperti Bappeda, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), DPRD, MUI, PCNU, PC Fatayat NU, PC Muslimat NU, PKK, PD Muhammadiyah, PC Ansor, IPNU/IPPNU, PC Lakpesdam, PC LKNU, dan PC LDNU. (Ilmie)

Posted in: Serba Serbi