BrebesNews.Co 29 August 2013 Read More →

Meilan Fauzi Bantah Dirinya Alpa Sidang Paripurna 6 Kali.

oe

BREBESNEWS.CO – Menyusul santer adanya perjokian absen anggota dewan atas nama Meilan Fauzi atau (MF) di DPRD Brebes beberapa waktu lalu, Di bantah oleh yang bersangkutan sendiri,Meilan Fauzi. Meilan yang duduk menjadi anggota Dewan Komisi I DPRD kabupaten Brebes ini, membantah dirinya menggunakan joki atau orang suruhan untuk mengabsen dirinya seolah olah selalu berangkat rapat sidang paripurna.

” Saya tidak hadir dalam Paripurna telah izin dengan pimpinan DPRD dan ada surat tembusan ke Sekretariat DPRD Brebes.Saya faham soal tata tertib Dewan.” Ujar Meilan saat menghadiri rapat paripurna Dewan ,rabu (28/8) yang membahas penandatanganan nota kesepakatan KUA/PPAS perubahan APBD kabupaten Brebes 2013 di gedung sekertarian DPRD Brebes.

Dengan pernyataan tersebut, Meilan membantah kealpaannya dalam rapat paripurna lebih dari 6 kali.

Sementara itu, sebelumnya beredar isu terdapatnya joki pengabsenan terhadap anggota dewan, Meilan Fauzi atau (MF), yang sering mangkir dari rapat paripurna, namun daftar absennya tertera di bagian persidangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Brebes.

Menurut ketua Komisi I DPRD Kabupaten Brebes, Cahrudin kepada BREBESNEWS.CO, Rabu (21/8)lalu, tersiarnya kabar adanya dugaan joki absen itu muncul berawal dari keterangan dari internal fraksi Partai Demokrat (PD) yang menyebutkan jumlah kehadiran anggota fraksi tidak sebanyak yang tertera dalam daftar hadir. Hal ini mengundang kecurigaan dan kejanggalan.

“Namun itu hanya isu karena kami sudah kroscek ke BK memang anggota yang dimaksud (MF-red) sudah tidak mengikuti paripurna selama 8 kali berturut-turut. Berarti tidak ada joki,” tegas Cahrudin.

Cahrudin melanjutkan, pihaknya sudah menyampaikan kepada Partai Demokrat untuk mengambil sikap. Hasilnya, partai tersebut mempersilahkan kepada DPRD untuk menindaklanjuti sebagaimana peraturan yang berlaku.

” Surat dari partai sudah masuk dan setelah kami pelajari akan kami limpahkan ke pimpinan. Adapun sanksi, ada mekanisme tata tertib (Tatib) dewan, dimana anggota yang tidak hadir paripurna selama 6 kali berturut-turut maka akan dinonaktifkan atau diberhentikan,” kata Cahrudin lagi. (Hendrik)

Posted in: Politik