Pemkab Selamat Puasa
BrebesNews.Co 15 September 2013 Read More →

Bila Gembala Sapi Jadi Pilihan Anak Wlahar Daripada Sekolah

* Keterpencilan Daerah dan Kondisi Ekonomi jadi pemicunya

sapi

Meski Pemerintah mencanangkan wajib belajar bagi anak-anak hingga 9 tahun dan merupakan program yang bertujuan mengentaskan warga miskin biar sekolah tanpa ada pungutan biaya  (gratis), namun kesempatan ini tidak sepenuhnya di respon anak-anak. Di kelurahan Wlahar yakni dukuh Karangsari, dukuh Wlahar dan dukuh Buntrak kecamatan Larangan ini anak-anak yang masih dibawah umur justru lebih suka meninggalkan bangku sekolah dasar-nya (SD) dan memilih menggembala hewan ternak sapi.

Entah karena kondisi ekonomi atau keterpencilan daerah membuat anak-anak di daerah itu memilih menggembala sapi dari pada bersekolah. Padahal mencari ilmu merupakan bekal masa depan untuk kehidupan yang lebih baik.

Kelurahan Wlahar kecamatan Larangan adalah merupakan basis peternak sapi yang tahun kemarin menyandang juara 1 tingkat nasional dengan menamai asosiasi “KELOMPOK TANI TERNAK SAPI NAPAK TILAS”. Dengan hasil prestasi tersebut, justru mengundang anak-anak lebih bersemangat melakukan kegiatan keseharianya memelihara sapi, baik milik orang tuanya maupun milik orang lain. Kegiatan penggembalaan antaranya dari mencari rumput sampai penggembalaan hingga sapi menjadi besar agar bisa menghasilkan anak dari sapi yang di-gembalakannya.

Potret anak gembala dukuh Wlahar yakni Riyanto yang masih berumur 12 tahun. Anak kecil ini keseharianya lebih suka di habiskan dengan memelihara sapi milik orang tuanya daripada sekolah. Alasan Riyanto lebih memilih putus sekolah, karena tidak ingin memberatkan beban kehidupan orang tunya yang secara ekonomi masih di bawah garis kemiskinan.

Keseharian Riyanto dihabiskan dengan para sapi miliknya atau mengembala sapi tetangga yang di titipkan padanya. Dengan menggembalakan sapi, Riyanto bisa menghasilkan uang dari titipan sapi tetangganya yang di gembalakan

“ Saya tidak mau sekolah, mending nggembala sapi bisa dapat duit,” tutur Riyanto singkat saat memberi makan sapi miliknya, minggu (15/9).

Riyanto yang putus sekolah dari kelas 3 SD ini mengaku kalau dari hasil menggembalakan sapi milik tetangganya bisa dapat upah 40 hingga 60 ribu per-bulan.

Hal sama juga dinyatakan Wira (11) yang memutuskan putus sekolah waktu kelas 4 SD, karena perceraian orang tuanya. Wira yang kini tinggal bersama neneknya Wasti (61), kini lebih memilih menggembalakan ternak sapi milik neneknya serta tetanggnya.

Wira mengaku diberi upah kalau sapi yang digembalakan sudah masa dewasa dan bisa di jual.

Alasan ketidakberdayaan secara ekonomi dan hidup di daerah terpencil sering dilontarkan setiap anak-anak Wlahar yang menjadi gembala sapi, daripada bersekolah.

Jonah (32) sebagai orang tua Riyanto sering kali melarang untuk memelihara sapi, namun anaknya bersikeras untuk tetap memilih menggembala sapi. Bahkan sering kali saat anaknya di suruh sekolah malah justru perginya ke kandang (buaran) di mana sapinya di taruh, Lama-lama Jonah-pun tidak bisa melarangnya karena sudah menjadi keinginan anaknya.
“ Di suruh sekolah malah perginya ke kandang (buaran) jadi ya sudah saya biarkan saja menggembala sapi,” tandas Jonah

Menurutnya sudah berapa kali dirinya sudah melarang keras anaknya menjadi gembala sapi, tapi tetap saja kukuh memilih menggembala sapi bersama temannya yang juga sama-sama menggembalakan sapi
“ mungkin banyak temanya yang menggembala sapi jadi dia lebih senang di sana dari pada bersekolah,” tambah Jonah

Di kelurahan Wlahar ( dukuh Wlahar, Buntrak, karangsari ) kecamatan Larangan berdasarkan realitas lapangan, anak putus sekolah dasar (SD) cukup tinggi. Anak-anak biasanya akan berhenti sekolah pada kelas 3 hingga 5 SD.

Selanjutnya anak-anak yang seharusnya masih menginjak masa produktif untuk bersekolah dan ber-main, malah memilih hal pragmatis dengan kegiatan keseharianya menggembala sapi. – Butuh peran pemerintah daerah dan masyarakat untuk menanganinya.  (*)

Berita kiriman Raeko Dhardirjo aktifis KPMDB Jakarta asal desa Wlahar Larangan

Posted in: Serba Serbi