BrebesNews.Co 18 September 2013 Read More →

Kades Se-Kecamatan Bulakamba Tolak Salurkan Raskin

* Takut Terjerat Hukum

raskin

BREBESNEWS.CO – Menyusul dijadikannya tersangka kepala desa Luwungragi  kecamatan Bulakamba, Rohali oleh kejaksaan negeri Brebes, beri-imbas pada kekhawatiran sejumlah kepala desa khususnya yang berada di kecamatan Bulakamba untuk menyalurkan Raskin.

Ratusan ton beras raskin yang sedianya di realisasikan bagi warga miskin di tolak oleh sejumlah Kades, dengan alasan, takut terjerat hukum seperti kasus kades Luwungragi, kecamatan Bulakamba. Rohali yang dijadikan tersangka diduga menaikkan harga beras subsidi atau beras warga muskin ( raskin ) dari Bulog.

Kekhawatiran tersebut, seperti yang ditururkan kades Bulusari, Asep Trisando. Pihaknya menolak raskin yang akan di bagikan di wilayahnya di karenakan harga kesepakatan melebihi harga di tentukan oleh pemerintah.
“kami terpaksa menolak,karena takut dijerat hukum. Belajar dari kasus kades Luwungragi Rohali,yang menjadi tahanan kejaksaan Brebes,” jelas Asep kepada BREBESNEWS.CO rabu di kantornya balai desa Bulusari (18/9)

Kekhawatiran yang sama juga dinyatakan 2 kades lagi yakni kades Karang Sari Saefudin dan kades Bulakamba Alfi, menurut mereka juga beralasan dengan menolak  menyalurkan raskin akan lebih aman dan bebas dari jeratan hukum.
” Dapatnya seberapa, malah ntar dijadikan tersangka,” ucap Saefuddin singkat.

Menanggapi aksi penolakan raskin oleh sejumlah kades di kecamatan Bulakamba, kepala bagian perekonomian setda Brebes, Drs. Daan Susanto mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan para camat se kabupaten Brebes untuk membantu terealisasinya beras raskin ke pedesaan.

Selain itu,pihaknya bekerjasama dengan kejaksaan agar turut serta mengawasi tersalurnya Beras miskin tersebut.”kami berusaha berkoordinasi dengan para camat yang ada se- kabupaten Brebes untuk membantu pembagian raskin ke pedesaan. Kami juga bekerjasama dengan kejaksaan brebes,” tandas Daan Susanto. (Hendrik )

Posted in: Serba Serbi