BrebesNews.Co 18 September 2013 Read More →

Terjerat Kemiskinan, Keluarga Tasrip Terpaksa Tinggal Di Gubuk Sawah

* Untuk MCK, Mandi Cuci kakus hanya Mengandalakan air Irigasi dan Bor

rcwl

BREBESNEWS.CO – Hampir setahun salah satu keluarga di desa Rancawuluh Kecamatan Bulakamba, terpaksa menggunakan gubuk ditengah persawahan di desa tersebut sebagai tempat persinggahnnya. Gubuk dengan bahan seadanya dan berukuran 2 x 3 meter ini ditempati Tasrip beserta istri Sri Asih dan salah satu anaknya Andi Siswanto. Tasrip mengaku terpaksa menempati gubuk kecil tidak layak huni ini, karena terbentur jeratan ekonomi yang kurang menguntungkan.

” Dadi buruh tani, sing bayarane sepiraha ora, jelas ora sanggup gawe umah mas,” demikian dituturkan Tasrif dengan bahasa Brebesan kepada BREBESNEWS.CO saat bertandang kerumahnya di tengah sawah rabu siang (18/9).

rcwl 028Menurut Tasrip bayarannya sebulan bila dikumpulkan paling banyak antara 400 ribu hingga 500 ribu rupiah. Itupun hanya untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya bersama istri dan anaknya.

Selintas bagi orang yang belum tahu, gubuk yang ditempai keluarga Tasrip memang seperti gubuk per-istirahatan petani melepas lelah setelah bekerja mengurusi tanamannya. Namun bila di dekati di situ terlihat beberapa perabotan seadanya milik keluarga Tasrip. Bahkan gubuk ini selain hanya beratap terpal plastik dan di sani-sini terlihat berlobang juga tidak ter-aliri listrik. Tasrip hanya menggunakan penerangan ceplik bila malam tiba.

Sementara untuk MCK, Mandi, Cuci kakus keluarga mengandalkan air Irigasi dan sumur bor yang di buat petani ditengah sawah saat kemarau. Anaknya Andi Siswanto yang kini ber-umur 13 tahun terpaksa berhenti sekolah saat kelas 3 SD karena terbentur biaya sekolah.

” kaya kiye lah mas kondisine. Pan pimen maning urip. Sing penting ana sing nggo istrirahat anak bojo,” ujar tasrip memelas.

Meski gubuk Tasrip tidak layak huni, namun hingga kini pemerintah yang mempunyai program bedah rumah tidak pernah menyambangi keluarganya untuk bisa dapat bantuan.
Tasrip Berharap Pemerintah Daerah mau membantu kesulitan ekonominya dan mau memberikan bantuan tempat tinggal yang layak.

” Nek kula tah ora reka-reka. sing penting ora usah apik-apik umahe, tapi bisa nggo turu karo kumpul keluarga, lan ora kudanan angger musim udan mas,” Harap Tasrip mengakhiri perbincangannya. ( Agus Simpe/ Afif.A)

Posted in: Sosial