BrebesNews.Co 1 February 2014 Read More →

Gas 3 Kilogram Masih Susah Didapat Dibeberapa Desa Di Brebes

gas 1

BREBESNEWS.CO – Imbas dari kenaikan gas isi 12 Kilogram, ternyata hingga saat ini masih berdampak pada minimnya keberadaan gas subsidi berisi 3 Kg. Meski pemerintah sudah menurunkan lagi dari kenaikan Gas Elpiji yang mempunyai bobot 12 Kg ini.

Sebelumnya Pertamina menaikan gas elpiji yang ukuran 12 kg sebesar 35 prosen atau naik 4000 perkilogramnya atau yang semula seharga 87 ribu menjadi 130.000-140.000 rupiah. Namun karena pemerintah merasa keberatan, sehingga elpiji yang non subsidi ini di jual menjadi sekitar 110.000-120.000 rupiah atau hanya naik sekitar 10 prosen.

Dari imbas kenaikan elpiji ini, setidakanya hingga sekarang elpiji yang ukuran 3 Kg susah di dapat. Hal ini, seperti yang diungkapkan Hinggar (41) pedagang toko kelontong asal warga Luwunggede Kecamatan Tanjung.

Menurut Hinggar, sejak Pertamina menaikan elpiji yang 12 Kg, Elpiji yang 3 Kg jadi susah di dapat. Kaluapun ada harganya per-tabung juga mencapai 18.000 hingga 18.500 rupiah.

“Hingga kini, efek dari kenaikan Elpiji berdampak pada susahnya ketersediaan Elpiji yang 3 Kg di desa saya. kalaupun ada harganya melambung hingga kisaran 18.000 rupiah hingga 18.500 rupiah,” keluh Hinggar pada BREBESNEWS.CO Sabtu (1/2).

Padahal normalnya harga elpiji paling tidak, 16.000 hingga 16.500 per tabung isi 3 Kg.

Hal sama juga diakui Wati pedagang mie ayam pangsit di Desa Ketanggungan Kecamatan Ketanggungan. Menurut Wati, Elpiji susah di dapat, selain itu harganya juga mahal sekitar 18.000 rupiah.

“Gimana lagi yah mas, sementara harga BBM barusan naik. Dagangan Saya juga barusan dinaikan, masa akan dinaikan lagi karena sulit dan mahalnya bahan bakar gas yang 3 Kg,” ujar Wati.

Sementara itu, berdasarkan keterangan keduanya, ketersediaan gas karena di tingkat agen di jatah.
Mereka berharap, pemerintah Brebes turun tangan soal minimnya ketersediaan gas elpiji yang ukuran 3 Kg tersebut, sehingga masyarakat tidak merasa terbebani. (AFIF.A)