BrebesNews.Co 24 February 2014 Read More →

Nelayan Brebes Sulit Melaut, 55 Ton Beras Paceklik Digelontorkan

2 (5)

•Dibagikan untuk 13.886 jiwa

BREBESNEWS.CO -Cuaca ekstrim berupa angin kecang dan ombak besar yang telah terjadi beberapa hari belakangan ini mengakibatkan ribuan nelayan yang berada di lima Kecamatan wilayah pesisir Kabupaten Brebes tidak melaut.

Kondisi demikian mengakibatkan dampak yang cukup terasa bagi keluarga nelayan yang selama ini mengandalkan hidupnya dari hasil menangkap ikan dilaut.

Untuk mengurangi beban hidup mereka yang telah beberapa hari tidak dapat mencari nafkah Pemerintah Kabupaten Brebes, Senin (24/2) pagi, secara langsung menggelontorkan sebanyak 55 ton Beras persiapan paceklik, untuk dibagikan kepada 13.886 jiwa.

Beras dibagikan menyebar di 16 Desa wilayah pesisir yang berada dilima Kecamatan. yakni, kecamatan Losari, kecamatan Tanjung, kecamatan Bulakamba, kecamatan Wanasari dan kecamatan Brebes.

Penyerahan Bantuan beras paceklik diserahkan secara simbolis oleh Bupati Brebes Hj. Idza priyanti, SE didampingi Staf Ahli Bupati Bidang Kesra, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala Kantor Ketahanan Pangan serta Kepala SKPD terkait lainnya.

Bantuan beras dibagikan di tiga tempat berbeda yaitu desa Pragpag Lor kecamatan Losari, Desa Karang Dempel kecamatan Losari serta TPI Desa Pengaradan Kecamatan Tanjung.

Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE dalam sambutanya mengatakan dalam kondisi cuaca yang tidak bersahabat seperti sekarang ini memang nelayan harus lebih berhati hati dan jangan memaksakan diri untuk melakukan aktifitas dilaut lepas,

“Sayangilah nyawa kita, jadi bapak-bapak jangan paksakan melaut,” ucap Idza.

Lebih lanjut Idza mengatakan, lebih baik kita mencoba mencari nafkah dibidang yang lain untuk sementara waktu sampai cuaca laut kembali normal.

Pada kesempatan tersebut bupati juga mengingatkan pentingnya akan pendidikan sehingga diharapkan para nelayan yang memiliki anak-anak agar mengutamakan pendidkan mereka hingga ke tingkat SMA bahkan jika bisa hingga menyandang predikat sarjana.

“Anak-anak kita jangan diajak melaut dulu ya, biarkan mereka belajar disekolah dulu hingga tamat SMA kalo bisa sampai sarjana,” tandas Idza mengakhiri sambutannya. (AFIF.A)

Posted in: Sosial