BrebesNews.Co 28 February 2014 Read More →

Tradisi Ngaji Bada’ Maghrib, Perlu Digalakan Kembali

badko4

BREBESNEWS.CO -Tradisi ngaji bada maghrib oleh anak-anak di rumah kiai, mushola dan masjid atau Majelis Taklim Aulad (MTA) hendaknya terus dilestarikan. Meskipun tidak sefavorit masa silam, tetapi lewat MTA tersebut bisa menjadi embrio untuk mengenal, menyukai dan selanjutnya mempelajari al Quran secara matang pada saat dewasa.

Zaman sudah berubah, tetapi bukan berarti harus meninggalkan tradisi yang telah mengakar dan mampu menanamkan pondasi cinta baca Quran.

“Saya yakin, lewat MTA akan tercipta generasi Qurani meskipun generasi muda sekarang banyak yang enggan mendatanginya,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Brebes Drs H Imam Hidayat MPdI saat memberikan sambutan pembukaan sarasehan Pentingnya Pendidikan Al Quran Bagi Masyarakat, di Mushola KUA Brebes, Jalan Yos Sudarso, Jumat (28/2/14).

Menurut Imam, sepinya MTA dikarenakan anak-anak ataupun orang tua terseret-seret oleh perkembangan teknologi informasi. Juga dengan alasan sibuk, sehingga berdalih tidak punya waktu untuk belajar mengaji di Mushola maupun Masjid. Padahal, dirumahnya hanya tercenung di depan televisi menonton sinetron.

Kiai sekarang, lanjutnya, banyak yang tidak dihargai. Kalau dulu, banyak santri ataupun orang tua santri yang mengirim hasil bumi, sekarang boro-boro. Bahkan petuahnya pun banyak yang tidak digubris, karena sudah merasa pinter.

Pemicunya antara lain, banyak generasi muda yang menuntut ilmu lewat internet dan televisi. Mereka belajar tanpa Kiai, tanpa guru. Padahal menuntut ilmu tanpa guru, gurunya adalah setan dan ilmunya sesat serta menyesatkan.

“Kita harus terus mengembangkan tradisi MTA dan Taman Pendidikan Al Quran (TPQ), agar ada guru yang bertanggung jawab atas ilmunya,” kata Imam.

Ketua Badan Koordinasi (Badko) TPQ H Mabruri SH menjelaskan, Kabupaten Brebes sangat banyak memiliki MTA dan TPQ. Sehingga masih ada harapan yang bisa diandalkan untuk menciptakan generasi Qurani. Tetapi perlu dukungan dari berbagai pihak seperti orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemerintah daerah setempat.

“Data terakhir, tercatat ada 820 MTA dan 630 yang aktif dari ribuan masjid dan mushola se Kabupaten Brebes,” terang Mabruri.

Ketua Panitia Drs H Sodikin Rachman menjelaskan, sarasehan diprakarsai Badko TPQ Kab Brebes dan diikuti sekitar 100 Penyuluh Agama dan Pembantu Petugas Pencatat Nikah (P3N) se Kecamatan Brebes.

Narasumber dari kegiatan tersebut, pengasuh Majelis Ababil Limbangan Wetan Brebes Akrom Jangka Daosat MSi. Hadir juga dalam kesempatan tersebut Ketua Forum silaturahmi antar majelis taklim (Forsamat) Kab Brebes KH Aminudin Afif. (ILMIE)

Posted in: Serba Serbi