BrebesNews.Co 10 March 2014 Read More →

3 Tahun Bekerja, Keberadaan Sarniti Asal Grinting Tak Diketahui

hen-sarniti

* Di duga korban perdagangan manusia (traficking)

BREBESNEWS.CO- Sarniti (20), warga RT 8 RW 5 Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Brebes diduga menjadi korban trafficking. Pasalnya selama 3 tahun bekerja, namun keberadaanya saat ini tidak diketahui. Anak perempuan pasangan Dulgani (46) dan Kustati (45) pada mulanya hanya berpesan kalau dirinya akan bekerja sebagai TKW di malaysia, tetapi kenyataannya sampai detik ini, orang tuanya belum mendapat kabar terkahir keberadaan anaknya ini.

“Sudah tiga tahun kami tidak tahu kabar anak saya, sama sekali tidak ada kontak dan komunikasi sejak dia dibawa orang,” kata Dulgani (46) dan Kustati (45), orang tua korban, Minggu (9/3).

Kronologinya,bermula pada awal tahun 2012, Sarniti didatangi oleh Danuwati, bibinya sendiri yang tinggal di Jakarta. Danuwati datang bersama dengan dua orang yang diduga sebagai perekrut tenaga kerja, yang diketahui bernama Lis dan Joko.

Mereka membujuk rayu Sarniti untuk bekerja di Malaysia dengan bayaran yang tinggi. Ia dijanjikan jika bekerja dua tahun di Negeri Jiran bisa membawa pulang p 50 juta-an. Namun, tawaran itu ditolak oleh kedua orang tua Sarniti karena menganggap korban minim pengetahuan dan keterampilan.

Pelaku tetap mengiming-imingi korban, hingga tanpa sepengetahuan orangtunya, Sarniti sudah meninggalkan rumah dibawa pelaku ke Jakarta. Orang tua korban mengaku tak pernah menandatangani surat ijin sebagai tanda menyetujui Sarniti yang hanya lulusan SD itu bekerja di luar negeri.

Sementara aktivis LSM Masjaka Brebes, Mahfudin SS yang mengadvokasi kasus ini mencurigai Sarniti adalah korban trafficking. Ia menduga kalaupun, Sarniti bekeja sebagai TKW dimungkinkan ada manipulasi data, persetujuan orang tua dan umur korban, yang saat itu masih dibawa umur.

“Sejauh ini saya sudah mengklarifikasi kepada Danuwati, bibi korban dan dua perekrut Lis dan Joko warga Pemalang. Namun mereka juga tidak tahu di mana Sarniti, mereka saling melempar tanggungjawab, saling menuding. PJTKI-nya apa saja tidak tahu, kemungkinan mereka hanya mencari untung bonus saja,” tandas Mahfudin.

Menanggapi hal itu,Kepala Dinsosnakertrans,Syamsul komar mengatakan pihaknya belum mengetahui terkait kasus Sarniti.”saya belum tahu menahu terkait berita sarniti mas. Belum ada laporan masuk ke kantor kami,” tandas Samsul Komar usai menghadap Bupati Brebes Senin. (10/3). (HENDRIK)

Posted in: Serba Serbi