BrebesNews.Co 12 August 2014 Read More →

Ana Marliana Puskesmas Wanasari, Raih Teladan II Nutrisionis Jateng

gizi

Ilustrasi

BREBESNEWS.CO -Tenaga Kesehatan Puskesmas Wanasari Ana Marliana yang mewakili Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Brebes berhasil menjadi juara II tingkat Provinsi Jawa Tengah kategori Nutrisionis. Juara I diraih peserta dari Dinkes Kabupaten Klaten dan Juara III Dinkes Kabupaten Karanganyar pada lomba Tenaga Kesehatan Tingkat Jawa Tengah di Semarang 6 Agustus lalu.

Meski belum menjadi yang terbaik, tetapi sumbangsihnya mampu mengharumkan nama Brebes dalam upaya meningkatkan derajat gizi masyarakat dan kualitas tenaga kesehatan di Kabupaten Brebes.

Pelaksana gizi di Puskesmas Wanasari Brebes yang mengabdi selama 21 tahun 4 bulan ini mengaku senang mendapat predikat tenaga kesehatan teladan 2014. Pasalnya, tidak mudah mendapatkan predikat tersebut karena harus ditempuh dengan berbagai tantangan yang tidak ringan.

“Alhamdulillah, saya bisa meraih juara 2. Hadiah dan Tropy kejuaraan akan diserahkan gubernur pada upacara Hari Proklamasi 17 Agustus mendatang,” tutur Istri dari Siyanto saat Humas bincang-bincang di ruang kerjanya Selasa (12/8/2014).

Ana harus melewati Proses Penilaian berupa Seleksi Adminitrasi pada 5 Mei dan terpilih 10 kandidat lainya dari Brebes, Jepara, Demak, Banyuwangi, Banjarnegara, Klaten, Kendal, Karanganyar, Blora, Tegal.

Tahap 2 berupa Pemaparan Program Inovasi dan terpilih lagi menjadi 5 besar yaitu Brebes, Klaten, Blora, Karanganyar, Demak. Pada pemaparan ini dia harus menghadapi 5 orang tim penguji dari lintas sektor.

Seleksi tahap ketiga yakni kunjungan lapangan yang pelaksanaannya mendadak dan bersifat rahasia. Kunjungan lapangan dilakukan Untuk melihat keadaan sehari-hari baik sebagai Pegawai, pribadi, dan anggota masyarakat. Tim datang Puskesmas, Posyandu, Rumahnya Saditan Baru no. 25 RT 06 RW 05 Brebes dan Lingkungan rumah.

“Kami menceritakan apa adanya sebagai tenaga kesehatan di Brebes,” papar Ibu dari Dyah Ayu Satiariutami dan Dany Dwi yulianto.

Wanita kelahiran Pemalang 29 Juli 1967 ini memantapkan diri sebagai ahli gizi karena dalam tumbuh kembangnya manusia membutuhkan asupan gizi. Sedangkan nilai gizi yang dibutuhkan manusia belum banyak yang tahu sehingga perlu adanya upaya-upaya kongkrit dari masyarakat untuk memenuhinya secara mandiri.

“Pemenuhan gizi dan pengetahuan gizi menjadi tanggung jawab seluruh komponen, tidak harus mengandalkan sepenuhnya kepada tenaga kesehatan ataupun Dinkes,” ucap alumnus D III Gizi Unimus Semarang 2011 ini.
(ILMIE)

Posted in: Serba Serbi