BrebesNews.Co 16 October 2014 Read More →

dr Rudi Utami : Bayi yang Diberi Madu Akan Melemahkan Otot dan Pernafasan

bahrul ulum

Diskusi seputar manfaat ASI oleh ibu-ibu di Jatirokeh Kecamatan Songgom yang difasilitasi Program Keluarga Harapan (PKH)

BREBESNEWS.CO -Kebiasaan Ibu terhadap anak yakni budaya diberi madu, diberi pisang ambon, beri air putih, dan diberi susu formula ternyata masih terjadi di masyarakat. Kebiasan ini dibahas pada pertemuan kelompok di Desa Jatirokeh, Kecamatan Songgom, di kediaman rumah Ibu Rodiah RT. 02 RW.01, sebanyak 20 peserta penerima Program Keluarga Harapan (PKH).Pendamping PKH Agus Hidayaturrokhman menjelaskan seputar Air Susu Ekslusif.

Agus menuturkan sebagai pendamping mempunyai tugas untuk memfasilitasi pertemuan ini dengan baik dan interaktif, contohnya saat pertemuan sore ini saya bagikan alat peraga kepada 2 kelompok yaitu kelompok 1 untuk mengungkapkan bolehkah usia sebelum 6 bulan bayi di kasih makanan pendamping ASI seperti pisang, madu dll.

Sedangkan peserta lainnya diminta untuk menceritakan makanan apa yang bisa diberikan setelah usia 6 bulan sampai 2 tahun. diskusi sempat memanas karena harus merubah kebiasaan perilaku yang sering dilakukan.

Dari diskusi itu nampak antusias sekali para peserta dalam menerima penugasan dari pendamping, peserta awalnya menganggap boleh dikasih pisang, biskuit sebelum 6 bulan, peserta lainnya bersikeras jangan di kasih apapun kecuali air usu ibu (ASI), diskusi sempat memanas dengan uncapan salah seorang peserta.

”Ada yang bilang wong bayi saiki modele royal dasare, gemiyen malah di kasih madu, air putih dan roti malah bayine sehat-sehat. Kita harus menampik anggapan itu dan menjelaskannya,”jelas Agus

Sementara itu,dr. Rudi P Utami selaku Kasi Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan menjelaskan mulai sekarang bila ada bayi yang berusia 0-6 bulan mboten angsal di kasih selain Air Susu Ibu (ASI), karena jika saat lahir di kasih madu, kuatir bayinya kenyang akhirnya tidak mau menerima ASI.

Banyak juga peserta yang baru tahu tentang informasi Inisiasi Menyusui Dini (IMD), karena selama ini tidak ada sosialisasi tentang IMD “padahal IMD itu bagus lho untuk mempercepat keluarnya air susu ibu pertama, sehingga memudahkan lancarnya produksi ASI “kata Utami.Selanjutnya, dari pengalaman pertemuan ini sebagian peserta menunjukkan kekecewaan karena sampai kelahiran dari anak satu sampai dengan tiga tidak pernah dapat informasi tentang IMD dan Kolostrum.

Samdani (50 tahun) salah satu penerima PKH menyayangkan bidan desa di tempatnya tidak memberitahu tahu larangannya.”jadi selama ini anak yang saya rawat tak kasih madu, dan pisang ambon, dulu aja tidak ada larangan bayi di kasih pisang, sekarang aja di suruh untuk ASI saja, apa ini peraturan baru apa yah.”ujar Samdani

Sekedar informasi,Madu bisa mengandung spora bakteri Clostridium botulinum. Bakteri ini memproduksi zat beracun yang bisa menyebabkan penyakit botulisme pada bayi. Meski kasusnya jarang, penyakit tersebut bisa berakibat serius.

Peringatan akan bahaya madu untuk bayi itu kembali disampaikan para ahli dari The Food Standards Agency, Inggris, setelah terjadinya tiga kasus penyakit botulisme tahun lalu. Sebelumnya dalam kurun waktu 30 tahun hanya terdapat 11 laporan penyakit botulisme.

Pada bayi yang sistem pencernaannya belum sempurna, bakteri Clostridium botulinum bisa berkembang dan memproduksi racun mematikan penyebab botulisme.

Bayi yang menderita botulisme akan mengalami kelemahan otot dan masalah pernapasan. Karena itu, para ibu tidak disarankan memberikan madu, bahkan sebagai obat atau pemanis makanan. (HENDRIK)

Posted in: Serba Serbi