BrebesNews.Co 23 November 2014 Read More →

KPMDB Jakarta Adakan Diskusi Tentang Tantangan MEA 2015

1397428_603258443111519_906954921978245205_o

Masasiswa KPMDB Jakarta saat menggelar diskusi bebas dengan tema ‘ tantangan generasi muda hadapi Masyarakat Ekonomi asean 2015’

BREBESNEWS.CO (Jakarta) -Pada akhir 2015 mendatang kesepakatan Masyakarat Ekonomi ASEAN (MEA) atau pasar bebas ASEAN mulai berlaku. Jika ingin tetap bisa bersaing, Indonesia harus berbenah Sebab, daya saing beberapa sektor industri utama kita masih kalah dibandingkan negara-negara ASEAN lainnnya, salah satunya mencetak pengusaha muda yang dirasa masih sangat minim.

Padahal Indonesia masih membutuhkan hadirnya pengusaha-pengusaha muda, karena hingga kini rasio wirausahawan hanya berkisar 1,4% dari jumlah tenaga kerja di Indonesia.
Persaingan di bursa tenaga kerja akan semakin meningkat menjelang pemberlakuan pasar bebas Asean pada akhir 2015 mendatang.

Ini akan mempengaruhi banyak orang, terutama pekerja yang berkecimpung pada sektor keahlian khusus.

Pembentukan pasar tunggal yang diistilahkan dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini nantinya memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara lain di seluruh Asia Tenggara sehingga kompetisi akan semakin ketat.

Masyarakat Ekonomi Asean tidak hanya membuka arus perdagangan barang atau jasa, tetapi juga pasar tenaga kerja profesional, seperti dokter, pengacara, akuntan, dan lainnya termasuk menyiapkan SDM dari para mahasiswa.

Menjawab tantangan inilah, Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Daerah Brebes (KPMDB) Wilayah Jakarta menggelar ‘Diskusi Bebas’ yang di adakan di kampus Universitas Muhamadiyah Jakarta, Minggu (23/11/2014) dengan tema ‘Tantangan MEA 2015 Bagi Para Mahasiswa’

Menurut Ketua Umum KPMDB Jakarta, Eko Dardirjo, acara diskusi dimaksudkan agar mahasiswa paham dan setidaknya akan mengerti dari adanya MEA yang berdampak pada persaingan SDM di kalangan mahasiswa yang akan menjajaki pasar tenaga kerja.

“Perlu menjadi pengetahuan bagi kita (mahasiswa) bahwa persaingan tidak hanya pada pelaku usaha mikro saja tetapi juga daya saing di dunia kerja, sehingga perlu kesiapan dan tidak kaget dengan persaingan nanti ” ujar Eko Dardirjo

Acara yang ini dihadiri sekitar 20 Mahasiswa ini, menghadirkan Ketua HIPSI wilayah Banten (Himpunan Pengusaha Santri Indonesia) yang sekaligus menjadi Pembina KPMDB Wilayah Jakarta yakni Taufik Setyaudin M.A.

Dalam paparanya menjelaskan bahwa menghadapi MEA perlu mempersiapkan peluang dan tantangan dengan berbisnis atau berwirausaha

“Dalam menghadapi MEA atau pasar bebas AFTA 2015 perlu kesiapan yang matang dari tantangan yang bakal terjadi dari daya saing negara lain salah satunya dengan peluang berwirausaha “ tandas Taufik setyaudin dalam penyampaian materinya.

Dia juga menjelaskan lebih rinci tentang bagaimana mencetak peluang dalam berwirausaha sehingga bisa menjadikan usaha lebih terarah

“Dalam hal berwirausaha tentunya perlu keberanian dan kreativitas dari si pelakunya, melalui dengan metode BODOL,BOTOL & BOBOL serta ATM (amati,tiru, modifikasi)” pungkasnya.

Dalam acara diskusi ini di kemas dalam acara agenda rutin Kpmdb jakarta yakni SARASEHAN yang di selenggarakan tiap kampus di Jakarta yang mahasiswanya tergabung dalam kepengurusan KPMDB Jakarta.(*)

Berita kiriman KPMDB Wilayah Jakarta
Editor : AFiF.A

Posted in: Kampus