BrebesNews.Co 23 April 2015 Read More →

Lagi, TKW Brebes Tunggu Hukuman Mati di Arab Saudi

hukum

Ilustrasi

BREBESNEWS.CO –Lagi, TKW asal Brebes Tarsini (28) warga Desa karangjunti Kecamatan Losari akan menghadapi hukuman mati di Arab Saudi. Namun meski sudah menjadi terdakwa pidana mati eksekusi Tarsini hingga kini belum bisa dipastikan.

Sebelumnya Karni binti Medi Tarsim sama dari Desa Karangjunti Kecamatan Losari sudah menjalani eksekusi mati di Arab Saudi Minggu lalu. Karni dihukum eksekusi mati dengan tuduhan kasus pembunuhan.

Menurut informasi Kasus Tarsini terlebih dahulu sebelum Kasus Karni warga desa yang sama dihukum tembak oleh Pemerintah Arab Saudi.

Seperti diketahui, Tarsini diduga terlibat kasus pembunuhan berencana. Ia diminta istri pertama majikannya untuk memasukkan racun ke dalam makanan istri kedua. Tetapi rencana tersebut meleset, yang makan masakan itu justru anak dari istri pertama majikannya. Anak majikannya itupun tewas.

Tarsini saat ini masih ditahan di penjara sembari mengikuti proses peradilan di pengadilan Arab Saudi.

Bupati Brebes Idza Priyanti kepada sejumlah awak media mengungkapkan tengah berkordinasi dan meminta Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) untuk memberikan pendampingan(Advokasi) secara maksimal terhadap terhadap Tenaga Kerja Wanita (TKW), yang menghadapi persoalan hukum di luar negeri

“Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, sangat berharap kepada Kemenlu untuk memberikan pendampingan secara maksimal terhadap Tarsini agar dalam persidangan nanti mendapat maaf / pengampunan, sehingga bisa bebas dari hukuman mati atau keringanan hukuman,” ujar Idza diruangan kerjanya, Kamis (23/4/2015).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pemkab Brebes, Syamsul Komar menjelaskan informasi yang diperoleh Kemenlu bahwa kasus Tarsini hingga saat ini belum menemui titik terang.

“Padahal untuk kasus Tarsini ini, kejadiannya lebih dulu dibandingkan dengan kasus Karni yang sudah di hukum mati,” tutur Komar.

Namun demikian, lanjut Komar, untuk kasus Tarsini ini, karena dari pihak korban tidak pernah hadir dalam persidangan, maka kasusnya akan disidik kembali.

“Terkait kasus Tarsini, kami akan terus berupaya koordinasi dengan pihak Kemenlu dan BNP2TKI,” tandas Komar. (HENDRIK)

Posted in: Serba Serbi