BrebesNews.Co 14 April 2015 Read More →

Yani Sudarno, Juru Pendaratan Helikopter di Lapangan ASRI Bumiayu

yani

Yani Sudarno

BREBESNEWS.CO – Menjadi juru pendaratan helicopter bagi Yani Sudarno merupakan profesi yang ditekuninya dengan bangga. Pasalnya profesi tersebut sangat langka, sehingga meski sudah lanjut usia, dia tetap dipakai jasanya. ketika ada pejabat pemerintah maupun pejabat partai yang mendarat dengan helicopter di Wilayah Brebes.

Lelaki kelahiran Brebes, 17 September 1951 ini memiliki kemahiran juru pendaratan setelah menempuh pendidikan dasar SAR udara di Lanud Atang Sanjaya Bogor tahun 1989. Juga saat mengikuti Diksar Mil di Rindam 4 Diponegoro tahun 1990.

“Karena saya keluarga besar tentara, jadi punya nyali besar untuk melakukan kegiatan yang penuh tantangan,” ujarnya.

Yani mengaku sudah melakukan tugas lebih dari 25 kali pendaratan para pejabat pemerintah maupun partai. Dia sangat senang dan bangga karena bisa membaktikan diri, dari ilmu yang telah didapatkannya ketika masih menjadi Pemuda Panca Marga Kabupaten Brebes.

“Saya bangga dan bahagia bisa bertugas, karena tugas ini sangat langka,” tutur Yani setelah berhasil menjadi juru pendaratan helicopter di lapangan Asri Bumiayu Brebes yang ditumpangi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Kapolda Jateng Irjen Pol Noer Ali, Senin lalu (13/4/2015).

Pejabat lain yang pernah mendarat di Bumiayu antara lain Mendiknas Muhamad Nuh, ibu Siti Hardiyanti Rukmana (Mba Tutut), Menkokesra Agung Laksono era Presiden SBY, dan pejabat pemerintah dan partai baik regional maupun nasional.

“Bumiayu sering menjadi area pendaratan, karena daerah pegunungan dan medan yang ditempuh dengan kendaraan darat terlalu lama,” terang Suami dari Suniti.

Didalam melaksanakan tugasnya, dia mengalami suka dan duka. Termasuk insentif yang diterimanya ketika melaksanakan tugas yang ala kadarnya. Padahal, menjadi juru pendaratan sangat membantu keselamatan hely dan awak serta penumpangnya.

“Ya Alhamdulillah, insentif bukan ukuran bila sudah memberikan aba-aba dengan baik dan pendaratan berlangsung dengan selamat,” ucapnya.

Heli nyaris nyangkut kabel listrik

Hal yang sangat terkesan karena cukup membuat gentar dadanya ketika heli yang ditumpangi Mba Tutut saat pendaratan nyaris menyangkut kabel listrik tegangan tinggi. Pilot saat itu tidak melihat ada kabel yang melintang namun kemudian dirinya member aba-aba agar hely kembali naik ke atas.

Setelah turun, pilot bertanya kepada dirinya kenapa hely harus dinaikan kembali, ternyata ada kabel listrik dan terselamatkan. “Saya benar-benar tidak tahu, terima kasih kawan,” ujar Yani sembari mengenang saat itu sang pilot langsung memeluknya.

Dari kejadian tersebut, Yani diusulkan mendapatkan brefet wing dari PT Dirgantara Indonesia karena telah menyelamatkan pendaratan helicopter.

Bapak tiga putra ini, merupakan pensiunan PNS sebagai Kepala TU di SMA Negeri 1 Bumiayu.

“Tantangan dan resiko adalah hal yang pasti ada dalam setiap bidang pekerjaan, tapi dengan keikhlasan akan melahirkan kesenangan dalam melaksanakan tugas,” demikian dia memegang prinsipnya.

Selain Yani, keahlian profesi serupa juga dimiliki oleh Serma Munjim, Mayor H Sudarko dan Sertu Jamali. Empat orang tersebut, setiap saat terjun ke lapangan untuk menjari juru pendaratan helicopter di daerah Bumiayu. (ILMIE)

Posted in: Serba Serbi